Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perkuat Hilirisasi dan Industri Hijau, Kemenperin Inisiasi Adopsi Teknologi Metalurgi dari Mitra Global Tenova

Redaksi Lombok Post • Senin, 8 Desember 2025 | 23:09 WIB

Faisol Riza
Faisol Riza
LombokPost -- Upaya memperkuat pengembangan teknologi industri logam nasional diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan mitra global. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengunjungi fasilitas produksi Tenova S.p.A di Castellanza, Italia, akhir pekan lalu untuk melihat perkembangan teknologi tersebut.

“Saya berkesempatan berdiskusi dengan Tenova S.p.A, sebuah perusahaan teknologi industri global yang menjadi pemain kunci pada hampir seluruh rantai proses industri metalurgi, mulai dari pengolahan bahan mentah, instalasi reduksi, electric arc furnace, submerged arc furnace, hingga berbagai teknologi downstream seperti heat treatment furnace, strip processing line, dan cold rolling mill,” ujar Faisol di Jakarta, Senin (8/12).

Tenova S.p.A juga menyediakan teknologi untuk industri pertambangan, mulai dari material handling, peralatan pemrosesan mineral, hingga solusi untuk operasi tambang besar. Perusahaan tersebut telah menjadi mitra Indonesia di sektor logam maupun pertambangan, termasuk melalui kerja sama dengan Freeport dan Tata Metal.

Baca Juga: 93 Persen Lulusan LPKN Training Center 2025 Langsung Bekerja, Wisuda Didominasi Alumni yang Sudah Diterima Industri

“Saya mengajak Tenova dapat menjadi mitra strategis di bidang logam melalui pengembangan riset, inovasi, dan roadmap dalam penguatan hilirisasi industri logam, efisiensi energi, dan pengurangan emisi termasuk pengembangan komponen industri pertahanan nasional,” ujarnya.

Faisol menegaskan bahwa arah pembangunan industri nasional tidak hanya bertumpu pada skala, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan. “Indonesia tidak hanya ingin membangun industri yang besar, tetapi industri yang maju, hijau, dan berdaya saing global,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Tenova, Roberto Pancaldi, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik peluang peningkatan kerja sama dengan Indonesia. “Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Tenova berharap pemerintah Indonesia terus mendukung upaya kolaboratif kami bersama Tata Metal Lestari untuk mendorong terciptanya baja yang lebih ramah lingkungan sesuai misi keberlanjutan kami,” ujar Pancaldi.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Faisol Riza #Industri Hijau #kemenperin