Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sirup Aren Lombok, Enak dan Sehat  

Geumerie Ayu • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:20 WIB

PERLUAS PASAR: KTH Giri Madia gula aren semut Maik Rasen yang ikut kegiatan bazar di Lombok Barat, beberapa waktu lalu.
PERLUAS PASAR: KTH Giri Madia gula aren semut Maik Rasen yang ikut kegiatan bazar di Lombok Barat, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Industri aren rakyat di sekitar hutan Lombok Barat kini tidak hanya mendukung fungsi ekologis, tetapi juga memperkuat konsep green economy.

Melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Madia di Desa Giri Madia, Kecamatan Lingsar, produk turunan nira aren berupa sirup aren didorong untuk menembus pasar global.

KTH Giri Madia dibentuk Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) pada 2016 lalu. Mereka mengelola lahan seluas 394 hektare dengan 329 petani yang fokus memproduksi gula aren.

Mereka mengubah produksi gula aren batok biasa menjadi gula aren semut dengan nama Gula Aren Semut Maik Rasen.

Pilihan rasanya ada dua, original dan jahe. Belakangan juga dikembangkan produk sirup aren dan gula aren cair.

Dalam setahun KTH Giri Madia berhasil memasarkan ribuan kilogram gula aren semut dan sekitar 9 ton gula aren batok.

Produknya ini juga pernah ikut serta dalam beberapa bazar dan pasar murah, kini bisa ditemukan di pasar online.  

Gula Aren Semut Maiq Rasen juga dipasarkan hingga ke Surabaya, Bogor, Sumbawa, dan Bali.

Ketua Pelaksana Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Giri Madia Kurniawan Yuniarto menyampaikan, olahan gula aren mereka telah memiliki legalitas lengkap. Termasuk Izin Edar (P-IRT No. 2095201010452-25) dan Sertifikasi Halal.

Inovasi utama datang dari Ketua KTH Giri Madia Muhamad Munzir yang mengembangkan produk sirup aren.

Menurut Kurniawan, sirup ini memiliki potensi besar untuk bersaing dengan maple syrup yang harganya cukup mahal di pasar global.

“Sirup aren memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan gula tebu, sehingga lebih aman bagi kesehatan sebagai pemanis alami. Selain itu, aromanya khas dan rasanya unik,” jelasnya.

Uji coba awal 2023 lalu sempat terkendala. Sirup yang dihasilkan berwarna gelap dan mudah mengalami fermentasi lanjutan, sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap.

Kendala kualitas ini ditindaklanjuti melalui riset kolaboratif yang didukung Program PKM DIKTI dan tim pembina dari Universitas Mataram (Unram).

Riset difokuskan pada pengendalian suhu dan pemantauan proses pemasakan nira.

Melalui perbaikan sistem operasi, KTH Giri Madia berhasil menemukan metode ideal untuk menghasilkan sirup aren berkualitas tinggi.

Itu diharapkan mampu memenuhi standar industri dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Kami berharap sirup aren dari KTH Giri Madia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga dapat menembus pasar ekspor," tandasnya.

 Baca Juga: PKH, BPNT, dan BLT Kesra Cair Serentak, Kemensos Kebut Penyaluran Bansos dan Ditargetkan Tuntas Sebelum 15 Desember 2025

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#sirup aren #Gula Aren Semut Maik Rasen #aren #gula aren #KTH Giri Madia