LombokPost – Dinas Perindustrian (Disperin) NTB mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) di tengah persaingan global yang kian ketat.
Kunci utama untuk mendorong IKM naik kelas ini ditegaskan berada pada standarisasi produk yang komprehensif.
“Mulai dari mutu hingga branding,” ujar Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri Disperin NTB Aryanti Dwiyani.
Aryanti menegaskan, standarisasi jauh melampaui sekadar pemenuhan regulasi. Ini adalah instrumen vital untuk memastikan kualitas, keamanan, keberlanjutan.
Serta citra profesional produk IKM di mata konsumen domestik hingga internasional.
"Produk IKM harus memenuhi standar mutu yang konsisten, kemasan yang kompetitif, serta narasi branding yang kuat untuk menarik kepercayaan pasar," sambungnya.
Aryanti menekankan, IKM wajib memiliki standar legalitas yang kuat. Meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi Halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), dan sertifikasi lainnya.
Lebih lanjut, Disperin NTB mendorong IKM untuk mengadopsi inovasi teknologi dan pendekatan ecofriendly.
Aspek keberlanjutan (sustainability) dan ramah lingkungan kini menjadi tren utama yang sangat diperhatikan oleh konsumen global.
"Dengan standar yang kuat, IKM tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga tumbuh pesat dan meraih peluang ekspor yang terbuka lebar," tambahnya.
Pihaknya berharap seluruh IKM di NTB untuk terus berinovasi, meningkatkan estetika kemasan, dan menjaga kualitas produk.
Tujuannya tak lain, agar nama NTB semakin dikenal sebagai daerah dengan produk kreatif unggulan yang berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun global.
Editor : Marthadi