“Senang pastinya, jadi ketika mau ke Bali bisa langsung dari Bima,” ujar Septiani, warga asal Kabupaten Bima.
Ke depannya, dia berharap rute penerbangan dari dan ke Bima terus ditambah.
Mengingat cukup banyak warga Bima dan Dompu yang merantau maupun menempuh pendidikan ke daerah lain.
“Semoga dibuka juga rute langsung ke Jakarta, biar semakin mudah,” sambungnya.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Bima, penjualan tiket mulai dibuka sejak 3 Desember lalu. Penerbangan perdananya dimulai pada Senin (15/12).
Rute baru ini akan melayani penerbangan empat kali per minggu selama periode 15–21 Desember 2025. Yakni setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.
Jadwal penerbangan Denpasar-Bima berangkat pukul 09.35 Wita dan tiba 10.35 Wita menggunakan nomor penerbangan 8B 5634.
Sedangkan Bima-Denpasar berangkat pukul 11.00 Wita dan tiba 12.10 Wita dengan nomor penerbangan 8B 5635.
Kemudian mulai 22 Desember 2025, penerbangan akan beroperasi setiap hari dengan jam keberangkatan dan nomor penerbangan tetap sama.
TransNusa mengoperasikan pesawat C909 untuk rute ini dengan layanan penerbangan langsung tanpa transit.
Maskapai juga memberikan harga promo penerbangan satu arah mulai dari Rp 889.218.
Kepala Dishub NTB Ervan Anwar mengatakan, semakin banyak pilihan maskapai dan jadwal penerbangan, semakin besar peluang harga tiket jadi lebih terjangkau.
Di sisi lain, menghadapi lonjakan mobilitas akhir tahun, Dishub NTB sudah menyiapkan rangkaian langkah pengamanan dan pelayanan transportasi.
Rapat internal akan digelar pekan ini untuk memfinalisasi kesiapan sektor transportasi darat, laut, dan udara.
“Kami lakukan ramp check untuk memastikan seluruh kendaraan layak operasi. Pemeriksaan keselamatan menjadi prioritas,” tegas Ervan.
Dishub NTB juga akan membangun pos terpadu di terminal, pelabuhan, dan bandara.
Pos ini akan memantau arus perjalanan sekaligus memberikan layanan langsung kepada masyarakat selama periode Nataru.
Editor : Jelo Sangaji