Head of Brand and Marketing PT Chery Sales Indonesia, Rifkie Setiawan, mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga November 2025, total penjualan Chery telah mencapai 17.931 unit. Capaian ini mencerminkan respons positif pasar terhadap jajaran produk elektrifikasi, khususnya model hybrid.
“Untuk menjaga momentum, kami menghadirkan penyegaran produk lewat varian baru,” ujarnya saat acara regional launch TIGGO 8 CSH di Surabaya, Sabtu (20/12/2025)
Rifkie menilai strategi tersebut sangat relevan bagi pasar di luar Jakarta, termasuk wilayah Jawa Timur. Meski daerah ini merupakan pusat aktivitas ekonomi, adopsi kendaraan listrik di daerah dinilai belum sefleksibel di Jakarta. Hal ini terutama disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur pengisian daya yang tersedia.
Baca Juga: DPRD NTB Curigai Agenda Terselubung di Balik Anggaran Sewa Mobil Listrik Rp 14 Miliar
Hal senada disampaikan oleh Operation Manager PT Mentari Cakra Sakti, Jemmy Tan. Menurutnya, penetrasi pasar kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) di daerah belum secepat kendaraan hybrid. Belum meratanya infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) membuat konsumen cenderung menjatuhkan pilihan pada mobil hybrid.
“Plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) jadi solusi. Untuk jarak dekat bisa full listrik, sementara perjalanan jauh tetap aman karena ada mesin BBM,” jelas Jemmy.
Jemmy menambahkan bahwa kontribusi PHEV terhadap total penjualan Chery kini telah melampaui angka 50 persen. Bahkan, penjualan di segmen tersebut tercatat mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan perolehan tahun lalu. Ia berharap pemerintah tetap mempertahankan kebijakan insentif kendaraan elektrifikasi agar minat beli masyarakat tidak tertekan.
Editor : Redaksi Lombok Post