Dari proyeksi awal senilai Rp 5 triliun, instrumen ini mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscription hingga 3,1 kali, atau setara dengan Rp 15,5 triliun.
Obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri dengan variasi tenor dan tingkat kupon.
Kepercayaan investor yang tinggi terhadap fundamental perusahaan juga tercermin dari peringkat idAAA yang diberikan oleh Pefindo.
Baca Juga: Perkuat Modal Awal, Dua Koperasi Merah Putih Mataram Terima Stimulan Rp 50 Juta dari Bank Mandiri
Sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip lingkungan dan sosial, Bank Mandiri berencana mengalokasikan 60 persen dana hasil penerbitan untuk proyek energi terbarukan.
Sementara itu, 40 persen sisanya akan disalurkan untuk memperkuat akses layanan esensial serta pembiayaan bagi sektor UMKM guna mendukung pertumbuhan bisnis yang inklusif.
Editor : Redaksi Lombok Post