Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekspor Tambang Buat Kinerja Perdagangan Luar Negeri NTB Melejit

Geumerie Ayu • Kamis, 8 Januari 2026 | 09:43 WIB

 

AKTIVITAS TAMBANG: Kendaraan pengangkut hasil galian di PT AMNT, Kabupaten Sumbawa Barat, beberapa waktu lalu.
AKTIVITAS TAMBANG: Kendaraan pengangkut hasil galian di PT AMNT, Kabupaten Sumbawa Barat, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Badan Pusat Statistik (BPS) NTB melaporkan adanya lonjakan fantastis pada kinerja ekspor daerah per November 2025.

Tidak tanggung-tanggung, nilai ekspor tercatat tumbuh hingga 5.792,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Kepala BPS NTB Wahyudin membeberkan, nilai ekspor NTB pada November 2025 menyentuh angka USD 327,84 juta.

Capaian ini naik berkali-kali lipat dibandingkan realisasi November 2024 yang saat itu berada di titik terendah.

"Lonjakan ini memang dipicu oleh kembali dilakukannya ekspor komoditas tambang non-migas. Ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap total nilai perdagangan luar negeri kita secara bulanan," jelasnya.

Namun, Wahyudin memberikan catatan penting terkait performa ekonomi sepanjang tahun berjalan.

Secara kumulatif atau sepanjang Januari-November 2025, ekspor NTB masih mengalami kontraksi.

Tercatat, nilai ekspor kumulatif berada di angka USD 1.063,81 juta, atau masih terkoreksi turun sebesar 56,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Penurunan kumulatif tersebut disebabkan kondisi operasional sektor tambang yang belum optimal pada bulan-bulan sebelumnya di tahun 2025.

Kendati demikian, performa apik di bulan November diharapkan menjadi titik balik bagi stabilitas ekonomi NTB ke depan.

Dilihat dari komposisinya, sektor pertambangan non-migas masih memegang kendali penuh sebagai kontributor utama.

Komoditas barang galian atau tambang non-migas menyumbang nilai terbesar. Yakni USD 194,35 juta atau setara dengan 59,28 persen dari total ekspor.

Di urutan kedua, komoditas tembaga menyumbangkan nilai sebesar USD 66,14 juta atau mencakup 20,18 persen.

Tak hanya sektor ekstraktif murni, komoditas perhiasan atau permata juga menunjukkan taringnya dengan nilai ekspor mencapai USD 64,41 juta atau berkontribusi sebesar 19,65 persen.

“Sektor tambang yang kembali pulih dan munculnya perhiasan sebagai komoditas unggulan, harapan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga di awal tahun 2026 kini semakin menguat,” tandasnya.

Editor : Jelo Sangaji
#BPS #ekspor tambang #perdagangan luar negeri #kinerja #NTB #melejit