Kali ini, marak angkutan luar wilayah yang diduga melakukan praktek jemput bola secara ilegal di sekitar kawasan pelabuhan.
Ketua Koperasi Wisata Nusantara Mandiri (Wisnuman) KLU, Raden Bambang Sunarto, membeberkan, keberadaan armada luar daerah ini mulai merusak tatanan ekonomi pelaku transportasi lokal.
Armada tersebut seringkali mangkal di luar area pelabuhan setelah menurunkan penumpang, lalu mencari penumpang baru dengan bantuan calo.
“Mereka merusak harga dengan prinsip daripada pulang kosong. Ini jelas sangat merugikan dan mengurangi kesempatan driver lokal kami untuk mendapatkan penumpang,” ujar Bambang.
Bambang menegaskan, isu yang berkembang saat ini sama sekali tidak berkaitan dengan operasional taksi B (inisial).
Menurutnya, persoalan taksi telah tuntas melalui mediasi pemerintah daerah dan saat ini situasi sudah sangat kondusif.
“Taksi B sudah tertib, tidak ada lagi yang mangkal di dalam area Bangsal. Mereka tetap diperbolehkan antar jemput tamu sesuai regulasi. Masalah utama kami sekarang adalah angkutan luar daerah yang menerapkan tarif di bawah kesepakatan harga lokal,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, salah satu tokoh masyarakat KLU Asmuni Bimbo, menilai sudah saatnya transportasi lokal melakukan lompatan besar untuk memenangkan persaingan.
Ia mendorong Koperasi Wisnuman melakukan penguatan internal agar memiliki daya saing yang setara dengan armada modern.
“Kami mendukung penuh modernisasi. Rencananya akan ada standarisasi unit kendaraan, seragam bagi pengemudi, hingga perbaikan layanan agar tamu merasa nyaman,” kata Bimbo.
Tak hanya soal fisik, Bimbo membocorkan rencana koperasi untuk mengembangkan teknologi dalam sistem pemesanan transportasi di KLU.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar pelaku jasa transportasi lokal tidak hanya bergantung pada proteksi regulasi.
Tapi juga unggul dalam kualitas pelayanan di tengah ketatnya persaingan bisnis pariwisata.
“Tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan aplikasi pemesanan online sendiri. Dengan begitu, sistem tarif akan lebih transparan dan peran calo bisa kita pangkas secara perlahan,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida