LombokPost - Di tengah masifnya informasi lowongan kerja di media sosial, risiko terjebak penipuan berkedok rekrutmen kian mengintai.
Para oknum kini nekat mencatut nama perusahaan besar dan figur publik untuk menguras kantong serta data pribadi korbannya.
Menanggapi hal ini, Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengingatkan para jobseeker agar tidak mudah tergiur tawaran yang tidak logis.
“Pegadaian tidak pernah memungut biaya apa pun selama proses rekrutmen dan tidak bekerja sama dengan agen travel mana pun,” tegas Dewi.
6 Tips Ampuh Hindari Jeratan Rekrutmen Palsu
Agar tidak teperdaya, berikut panduan mengidentifikasi lowongan kerja bodong.
Verifikasi Sumber Informasi: Perusahaan besar selalu menggunakan domain email resmi (misal: @pegadaian.co.id) dan situs resmi. Jangan percaya pengumuman dari email gratisan seperti Gmail atau Yahoo.
Tolak Permintaan Uang: Rekrutmen sah GRATIS. Waspadai modus biaya reservasi tiket atau hotel dengan janji reimbursement (penggantian biaya).
Cek Kualitas Penulisan: Surat resmi disusun rapi. Curigai jika banyak typo, penggunaan huruf kapital berlebihan, atau logo perusahaan yang terlihat pecah/buram (hasil tempelan).
Riset Lokasi & Kontak: Gunakan Google Maps untuk mengecek alamat kantor. Gunakan aplikasi pelacak nomor telepon untuk memverifikasi apakah kontak tersebut pernah dilaporkan sebagai penipu.
Jangan Tergiur Gaji Tak Masuk Akal: Jika gaji yang ditawarkan jauh di atas rata-rata pasar untuk pengalaman minimal, besar kemungkinan itu adalah umpan penipuan.
Waspadai Proses yang Terlalu Cepat: Rekrutmen profesional melalui banyak tahapan (tes teknis, psikotes, wawancara, hingga cek kesehatan). Jika baru daftar langsung diterima tanpa seleksi ketat, Anda patut curiga.
Layanan Aduan Resmi
Bagi masyarakat yang menemukan informasi mencurigakan mengatasnamakan Pegadaian, segera hubungi Call Center resmi hanya ada di situs pegadaian.co.id dan akun Instagram @pegadaian_id.
Editor : Kimda Farida