Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Sekadar Ramai, Wisata NTB Bikin Turis Enggan Pulang

Geumerie Ayu • Senin, 2 Februari 2026 | 21:45 WIB
BERLIBUR: Sejumlah wisatawan asing yang tengah berlibur di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, belum lama ini.
BERLIBUR: Sejumlah wisatawan asing yang tengah berlibur di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, belum lama ini.

LombokPost - Sektor pariwisata di NTB menutup lembaran tahun 2025 dengan catatan baik. Meski sempat dihantam tantangan cuaca ekstrem dan ketidakpastian global, daya pikat destinasi NTB masih kuat.

Salah satunya seperti destinasi wisata Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) yang mencatatkan peningkatan kunjungan. Bahkan, tren positif ini pun diprediksi akan terus menanjak di tahun 2026.

Data menunjukkan sebuah anomali positif. Wisatawan kini tidak sekadar datang dan pergi, melainkan memilih untuk tinggal lebih lama.

Peningkatan length of stay (lama tinggal) ini pun menjadi mesin baru percepatan perputaran Rupiah di tengah masyarakat lokal.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lotara Denda Dewi Tresni Budi Astuti mengatakan, performa pariwisata sepanjang 2025 melampaui ekspektasi awal.

Berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU), total kunjungan mencapai 810.910 orang. Setara 103,30 persen dari target awal yang sebesar 785.000 kunjungan.

“Awalnya kita sempat waswas karena cuaca dan musim yang tidak terduga di tahun 2025. Namun, realitas di lapangan menunjukkan daya tarik Lombok Utara tetap terjaga dan mampu melewati masa pemulihan pascapandemi dengan sangat baik,” jelas Dewi.

Salah satu poin krusial adalah meningkatnya rata-rata lama tinggal wisatawan yang kini menyentuh angka 2,2 hari.

Meski terlihat tipis, kenaikan dari target 2,15 hari ini berdampak masif pada konsumsi jasa akomodasi, kuliner, hingga transportasi lokal.

Dampak langsung dari betahnya pelancong ini terlihat pada realisasi retribusi wisata. Hingga akhir tahun lalu, Dispar Lotara sukses membukukan pendapatan Rp 9,29 miliar. Jumlah ini melampaui target plafon Rp 9 miliar yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Capaian 102,3 persen, lama tinggal wisatawan ini adalah kunci. Semakin lama mereka di sini, semakin besar perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh pelaku UMKM dan penyedia jasa wisata di Lombok Utara,” terangnya.

Memasuki tahun 2026, strategi Dispar Lotara mulai bergeser. Tidak lagi sekadar mengejar kuantitas, fokus utama kini beralih pada kualitas kunjungan dan stabilitas kenyamanan.

Pemerintah daerah menyadari situasi global yang dinamis menuntut standar keamanan yang lebih tinggi. Kondisi keamanan yang kondusif diyakini menjadi magnet utama bagi wisatawan mancanegara maupun domestik untuk kembali berkunjung ke Lombok Utara.

“Harapan kita di 2026 bisa lebih maksimal. Jika wisatawan merasa aman, kenyamanan akan tercipta, dan mereka tidak akan ragu untuk menginap lebih lama lagi,” tandasnya.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada November 2025 tercatat 1,85 hari. Turun 0,02 hari dibandingkan Oktober 2025 sebesar 1,87 hari.

Jika dibandingkan dengan lama menginap November 2024 yang 1,81 hari, mengalami kenaikan sebesar 0,04 hari.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel non bintang pada November 2025 tercatat 1,59 hari. Turun 0,06 hari dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 1,66 hari.

Jika dibandingkan November 2024 sebesar 1,54 hari, mengalami kenaikan sebesar 0,05 hari.

“Ini data 2025, kalau dibandingkan tahun 2024 memang ada kenaikan rata-rata lama menginap,” ujarnya.

Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada November 2025 tercatat 111.785 orang.

Terdiri dari 80.233 tamu dalam negeri atau 71,77 persen dan 31.552 tamu luar negeri atau 28,23 persen.

Jumlah tamu yang menginap di hotel non bintang pada November 2025 tercatat 109.150 orang.

Terdiri dari 59.198 tamu dalam negeri atau 54,24 persen dan 49.952 tamu luar negeri atau 45,76 persen.

Baca Juga: Peluang Emas! SMA Sekolah Garuda Baru Buka Rekrutmen Besar-besaran, Cek Formasi Lengkapnya

Editor : Marthadi
#wisatawan #ekonomi bergairah #betah #gili tramena #Length of stay #NTB