Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Limbah Pelepah Kelapa Jadi Produk Estetik

Geumerie Ayu • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:29 WIB
PELATIHAN: Owner Good Craft Gilang Putra Gemilang (kanan) saat memberikan pelatihan kriya yang digelar bersama Dinas Pariwisata Mataram, beberapa waktu lalu.
PELATIHAN: Owner Good Craft Gilang Putra Gemilang (kanan) saat memberikan pelatihan kriya yang digelar bersama Dinas Pariwisata Mataram, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost – Bagi sebagian besar orang, pelepah kelapa kering yang berserakan di sepanjang pesisir pantai tak lebih dari sekadar sampah atau paling banter kayu bakar.

Namun, di tangan dingin Gilang Putra Gemilang, justru bertransformasi menjadi produk kerajinan bernilai seni tinggi.

Melalui brand Good Craft, Gilang membuktikan kreativitas mampu mengubah limbah menjadi barang bernilai tinggi. Bahkan sukses memikat pasar nasional hingga mancanegara.

Perjalanan Good Craft dimulai pada tahun 2023. Saat itu, Gilang yang berstatus mahasiswa jurusan desain produk sedang melakukan penelitian.

Saat melepas penat di pinggir pantai, matanya tertuju pada tumpukan pelepah kelapa yang terbengkalai.

"Awalnya dari riset kuliah. Saya melihat potensi besar dari tekstur pelepah kelapa. Sayang jika hanya dibiarkan melapuk atau dibakar," kenang Gilang.

Kini, limbah tersebut disulap menjadi beragam produk natural home decor dan souvenir. Mulai dari lampu hias yang estetik, jam dinding, wall decor, plakat, hingga paket Do It Yourself (DIY) yang banyak diminati konsumen milenial.

Namun tidak sembarang pelepah bisa masuk dapur produksi Good Craft. Gilang mengungkapkan, ia melakukan riset mendalam untuk menentukan bahan baku berkualitas. Pilihannya jatuh pada pelepah kelapa dari daerah pesisir.

"Pelepah pesisir itu teksturnya lebih tebal, kuat, dan warnanya lebih cerah dibandingkan pelepah dari pegunungan. Kalau yang kena banyak hujan, biasanya warnanya kurang bagus dan muncul bercak-bercak," jelasnya.

Namun, perjuangan mendapatkan bahan baku tidak selalu mulus. Gilang bercerita sempat mengalami pasang surut saat bernegosiasi dengan pemilik kebun.

Dari harga yang awalnya murah, tiba-tiba melonjak. Itu dikarenakan sang pemilik tahu pelepah tersebut bisa menghasilkan uang.

"Dulu harus turun sendiri ke kebun, sekarang Alhamdulillah sudah ada pengepul tetap," tuturnya.

Seiring meningkatnya kepercayaan konsumen, pesanan kini datang dari berbagai instansi pemerintah dan swasta, hingga pelanggan rumahan.

Cita-cita Gilang selanjutnya, membawa produk kriya khas Lombok ini menembus pasar internasional.

Meski demikian, jalan menuju ekspor masih menemui ganjalan teknis, terutama untuk produk lampu hias. Kendalanya saat ini di bagian kelistrikan atau perkabelan.

“Untuk ekspor skala besar, standar kabel harus disesuaikan dengan regulasi negara tujuan. Ini yang sedang kami upayakan solusinya," beber Gilang.

Bagi Gilang, kunci sukses UMKM berbasis limbah adalah konsistensi kualitas dan pemanfaatan teknologi digital. Di tengah tren gaya hidup eco-friendly, produk ramah lingkungan memiliki daya tarik tersendiri.

"Konsumen sekarang semakin peduli terhadap keberlanjutan. Dengan desain yang menarik dan sentuhan seni, produk dari limbah bisa bersaing di pasar premium," tandasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#limbah #Good Craft #pelepah kelapa #produk estetik #kerajinan seni