Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

154 Ribu Ton Beras Disiagakan untuk Stok Ramadan 1447 H

Geumerie Ayu • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:20 WIB

STOK AMAN: Beras SPHP Bulog dan minyak goreng yang dijual pedagang di Pasar Mandalika, Mataram.
STOK AMAN: Beras SPHP Bulog dan minyak goreng yang dijual pedagang di Pasar Mandalika, Mataram.
LombokPost – Menjaga stabilitas harga beras selama Ramadan, Bulog memastikan stok dalam kondisi baik. Stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog saat ini mencapai 154.000 ton.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog NTB Mara Kamin Siregar menegaskan, masyarakat tidak perlu merasa waswas apalagi sampai melakukan aksi panic buying.

Jumlah stok yang melimpah tersebut diprediksi sanggup mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat NTB, bahkan hingga satu tahun ke depan.

"Stok kita sangat aman. Dengan 154 ribu ton beras, ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan melampaui masa libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)" ujar Regar, sapaan akrabnya.

Menghadapi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi saat Ramadan dan Idul Fitri, Bulog NTB menerapkan strategi distribusi yang dinamis.

Alih-alih mematok target kaku, penyaluran beras dilakukan secara fleksibel mengikuti denyut kebutuhan pasar.

Setiap harinya, Bulog siap menggelontorkan 100 hingga 150 ton beras ke tengah masyarakat.

"Sistemnya cair. Jika di satu titik permintaan meningkat, pasokan langsung kami tambah. Kami pastikan tidak ada celah untuk kelangkaan," tegasnya.

Di setiap titik Gerakan Pangan Murah (GPM) atau gudang penyalur, Bulog menyiagakan minimal 5 ton beras sebagai stok awal.

Tak hanya Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kelas medium, masyarakat juga diberikan pilihan komoditas lain. Seperti beras premium dan gula pasir dengan harga yang kompetitif.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) NTB Eva Dewiyani menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Mulai dari Bulog, Bank Indonesia, dan para petani lokal.

Eksistensi petani lokal menjadi kunci utama dalam menjaga rantai pasok. Melalui penyerapan hasil panen yang optimal oleh Bulog, kesejahteraan petani terjaga. Sementara harga di tingkat konsumen tetap terkendali.

Baca Juga: Suka K-Pop? Ini Rekomendasi 6 Drakor Romantis Antara Fans dan Idol

"Sinergi ini kami terapkan secara masif di 26 titik sepanjang tahun 2026. Ini adalah bentuk intervensi nyata pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat," kata Eva.

Ia optimistis, koordinasi yang solid dan stok yang melimpah, masyarakat NTB dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Lebaran dengan tenang.

"Ketersediaan pasokan memadai, harga stabil, dan masyarakat pun nyaman," pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
#gudang #Bulog NTB #Ramadan 1447 H #Stok Beras