LombokPost - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali merangkak naik pada perdagangan Jumat pagi.
Berdasarkan data terbaru per 27 Februari 2026 pukul 08:27 WIB, harga emas mencatatkan kenaikan tipis sebesar Rp 6.000 per gram.
Kenaikan ini membawa emas Antam ke posisi Rp 3.045.000 per gram, meningkat dari harga penutupan hari Kamis yang berada di level Rp 3.039.000.
Februari yang Dinamis bagi Logam Mulia
Pergerakan harga hari ini menandai penutupan bulan Februari yang penuh dinamika.
Setelah sempat mengalami fluktuasi tajam mulai dari menembus rekor hingga terkoreksi dalam emas Antam berhasil membuktikan ketangguhannya dengan stabil di kisaran Rp 3,04 juta.
Bagi para investor, kenaikan moderat di akhir pekan ini memberikan sinyal optimisme bahwa harga emas masih memiliki ruang untuk tumbuh di bulan Maret mendatang.
Kondisi pasar yang mulai tenang tanpa lonjakan atau kejatuhan drastis sangat disukai oleh investor tipe pengumpul (accumulator) yang ingin menabung secara rutin.
Stabilitas harga di atas Rp 3 juta ini juga mencerminkan bahwa nilai emas telah menemukan "lantai" baru.
Emas bisa menjadikannya aset yang semakin dipercaya untuk menjaga kekayaan dari ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.
Investasi Emas Lebih Menguntungkan?
Di tengah fluktuasi harga yang terjadi, banyak investor tetap setia pada emas. Berikut adalah alasan utama mengapa emas dianggap lebih menguntungkan dibandingkan aset lainnya.
Pelindung Nilai dari Inflasi (Safe Haven): Berbeda dengan uang kertas yang nilainya bisa tergerus inflasi, daya beli emas cenderung stabil dalam jangka panjang. Emas adalah aset yang paling dicari saat terjadi ketidakpastian ekonomi atau geopolitik.
Likuiditas Tinggi: Emas adalah aset yang sangat mudah dicairkan menjadi uang tunai. Anda bisa menjualnya kapan saja di toko emas, pegadaian, atau butik Antam dengan proses yang cepat.
Bebas Pajak Bunga: Berbeda dengan deposito atau tabungan yang dikenakan pajak bunga setiap bulan, keuntungan dari kenaikan harga emas (capital gain) tidak dipotong pajak bulanan.
Diversifikasi Risiko: Emas biasanya bergerak berlawanan dengan pasar saham. Jika ekonomi sedang lesu dan saham turun, harga emas sering kali justru melambung, sehingga menjaga portofolio keuangan tetap aman.
Editor : Kimda Farida