LombokPost - Industri estetika medis Indonesia kedatangan pemain baru yang menjanjikan hasil anti-aging lebih alami.
CGBIO Indonesia secara resmi memperkenalkan DCLASSY CaHA, sebuah stimulator kolagen premium yang sebelumnya telah mencuri perhatian di ajang ISWAM Desember lalu.
Kehadiran produk ini memperluas jangkauan inovasi medis Korea Selatan (K-beauty) melalui kolaborasi strategis KIIMOT bersama Daewoong dan DNC.
Produk ini menawarkan keajaiban regenerasi melalui struktur mikropori berlapis. Saat disuntikkan, gel pembawa akan diserap tubuh, meninggalkan partikel CaHA yang merangsang produksi kolagen alami secara mandiri.
Hasilnya, elastisitas wajah, tekstur kulit, hingga garis leher dapat diperbaiki secara signifikan tanpa terlihat "berlebihan".
Untuk memastikan edukasi medis yang mumpuni, CGBIO menggandeng ahli tersertifikasi seperti dr. Phery Cendres hingga dr. Kardiana Purnama Dewi dalam program pelatihan klinis mendalam.
"Kami berinvestasi pada edukasi dokter agar pasien mendapatkan hasil yang terprediksi," tambah CEO CGBIO Hyun Seung Yu.
Ekspansi DCLASSY CaHA di sepanjang tahun 2026 diprediksi akan mengubah peta persaingan segmen estetika premium, memberikan pilihan baru bagi konsumen yang mendambakan kecantikan yang awet muda.
Tren kecantikan asal Korea Selatan kembali mengukuhkan dominasinya di tanah air. CGBIO Indonesia resmi meluncurkan DCLASSY CaHA pada Januari 2026, sebuah inovasi bio-regenerator premium yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan peremajaan kulit yang alami dan tahan lama.
Produk berbasis Calcium Hydroxyapatite (CaHA) ini menjadi babak baru dalam teknologi collagen stimulator di Indonesia.
Berbeda dengan produk volumisasi biasa, DCLASSY CaHA mengandalkan mekanisme kerja ganda. Teknologi Lattice-Pore Formation (LPF™) yang dipatenkan memungkinkan partikel CaHA terdegradasi secara bertahap layaknya lapisan bawang.
Hal ini memicu fibroblas untuk memproduksi kolagen tipe I secara stabil dan berkelanjutan.
"DCLASSY CaHA bukan sekadar pengisi volume sementara, melainkan solusi regeneratif jangka panjang," ujar Hyun Seung Yu.
Keamanan menjadi keunggulan utama produk ini, mengingat material CaHA telah disetujui oleh US FDA.
Dengan partikel bulat halus berukuran 30 mikron, risiko peradangan atau munculnya nodul dapat diminimalkan.
Sebagai komitmen terhadap kualitas layanan, CGBIO juga menggelar DEEP Master Course bagi para dokter estetika di Indonesia untuk menguasai protokol kombinasi seperti Collagen Velvet Protocol, memastikan hasil yang presisi dan aman bagi pasien.
Editor : Kimda Farida