Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kredit Perbankan NTB Tumbuh 22,14 Persen

Geumerie Ayu • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:50 WIB

BANK DAERAH: Seorang nasabah salah satu bank di Mataram memeriksa buku rekening sesaat usai transaksi, beberapa waktu lalu.
BANK DAERAH: Seorang nasabah salah satu bank di Mataram memeriksa buku rekening sesaat usai transaksi, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Kinerja sektor perbankan di NTB sepanjang Triwulan IV 2025 menunjukkan resiliensi yang cukup kuat.

Meski dihantui tantangan di sejumlah sektor, pertumbuhan kredit perbankan tercatat masih berada di jalur positif.

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan tumbuh sebesar 22,14 persen secara tahunan (yoy).

Kepala KPwBI NTB Hario K Pamungkas menjelaskan, angka pertumbuhan Triwulan IV sedikit lebih rendah dibandingkan Triwulan III 2025 yang mencapai 25,87 persen.

Meski begitu, capaian ini tetap membanggakan karena masih jauh melampaui capaian Triwulan II yang hanya 16,96 persen.

"Kualitas kredit kita pun relatif terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) di level 1,75 persen, sedikit membaik dibanding triwulan sebelumnya," ujar Hario.

Di balik pertumbuhan yang impresif tersebut, terdapat potret kontras antar-sektor ekonomi. Sektor pertambangan tampil sebagai lokomotif utama dengan pertumbuhan kredit fantastis sebesar 54,70 persen.

Menariknya, sektor ini mencatatkan NPL nol persen. Ini menunjukkan profil risiko yang sangat sehat.

Sebaliknya, sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat masih berjuang. Sektor pertanian hanya tumbuh tipis 2,88 persen dengan NPL yang cukup tinggi mencapai 12,13 persen.

Kondisi yang lebih menantang dialami sektor konstruksi yang terkontraksi hingga 21,34 persen dengan angka kredit bermasalah mencapai 38,59 persen.

Sektor akomodasi, makan minum, serta perdagangan juga tidak luput dari kontraksi.

"Ini menjadi perhatian kita bersama agar sektor-sektor tersebut bisa kembali bangkit," tambah Hario.

Baca Juga: Drakor Phantom Lawyer Tayang 13 Maret 2026, Intip Kolaborasi Emosional Yoo Yeon Seok dan Esom

Dari sisi pembiayaan untuk pelaku UMKM, kinerja kredit masih mengalami tekanan. Pada Triwulan IV 2025, kredit UMKM tercatat menurun 0,90 persen.  

“Penurunan ini searah dengan kontraksi pada Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar 5,02 persen,” terangnya.

Meski demikian, ada titik terang pada sisi risiko kredit UMKM yang menunjukkan perbaikan. Rasio NPL UMKM kini berada di posisi 6,18 persen, membaik dari posisi Triwulan III yang sebesar 6,41 persen.

Namun, Hario mengingatkan bahwa angka tersebut masih berada di atas ambang batas aman 5 persen.

Data BI juga mengungkap fakta menarik terkait distribusi kredit. Nominal kredit berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp 120,3 triliun, meningkat dibandingkan Triwulan III sebesar Rp 117,32 triliun.

Di sisi lain, nominal kredit berdasarkan lokasi bank hanya tercatat Rp 75,57 triliun dengan pertumbuhan 9,04 persen.

"Kondisi ini menunjukkan sebagian besar penyaluran kredit ke NTB masih berasal dari kantor pusat bank yang berada di luar wilayah NTB," jelasnya.

Di sisi penghimpunan dana, kabar baik datang dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh signifikan 9,86 persen menjadi Rp 48,81 triliun.

Sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan dana giro sebesar 26,41 persen. Total aset perbankan mencapai Rp 91,09 triliun, perbankan di NTB diharapkan tetap menjadi jangkar bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi NTB di masa depan.

Editor : Kimda Farida
#Kredit UMKM #Pertumbuhan kredit NTB #NPL Perbankan NTB #Kinerja perbankan NTB #Ekonomi NTB Triwulan IV 2025