Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memproyeksikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di NTB akan melonjak hingga 11,9 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal.
Peningkatan ini sejalan dengan fase puncak mobilitas masyarakat yang diprediksi terjadi dalam empat gelombang.
Di antaranya, arus mudik pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret, serta arus balik pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, kenaikan konsumsi energi di NTB akan didominasi transportasi pribadi dan kebutuhan rumah tangga.
Berdasarkan kalulasi Pertamina, peningkatan konsumsi BBM di NTB mencapai 1.671 KL per hari atau 11,9 persen.
"Sementara untuk elpiji, kami memproyeksikan kenaikan sebesar 1,4 persen dengan rata-rata konsumsi 508 KL per hari," sambungnya.
Sementara untuk konsumsi gasoil (solar) di NTB justru diprediksi turun tipis sebesar 1 persen ke angka 441 KL per hari.
Penurunan ini disebabkan berkurangnya aktivitas industri dan pembatasan operasional angkutan barang selama masa libur panjang.
Sementara Avtur untuk kebutuhan penerbangan di NTB diprediksi naik 3,6 persen dengan konsumsi mencapai 107 KL per hari.
Memastikan kelancaran distribusi energi selama masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI), Pertamina telah menyiagakan infrastruktur khusus di seluruh wilayah NTB.
Tercatat 10 SPBU akan beroperasi 24 jam penuh, didukung 91 Agen elpiji yang juga siaga sepanjang hari.
Baca Juga: Dokumenter BTS: THE RETURN, Mengintip Sisi Intim dan Menemukan Kembali Identitas setelah Hiatus
Tak hanya itu, Pertamina juga menyiapkan strategi jemput bola untuk mengantisipasi kemacetan di jalur wisata maupun jalur utama mudik.
"Kami menyiagakan 4 unit mobil tangki standby sebagai kantong suplai dan 5 titik layanan Serambi MyPertamina," tambah Ahad.
Serambi MyPertamina ini akan menjadi oase bagi para pemudik, menyediakan fasilitas mulai dari ruang istirahat. Juga nursery, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak di pusat keramaian dan jalur strategis.
Untuk menjamin stok selalu tersedia, Pertamina menggunakan sistem monitoring real-time melalui command center Satgas.
Jika terjadi lonjakan permintaan mendadak di satu titik, suplai akan segera dialihkan dari kantong-kantong terdekat.
Ahad mengimbau masyarakat agar melakukan pengisian BBM secara penuh sebelum memasuki jalur padat untuk menghindari antrean panjang.
Penggunaan aplikasi MyPertamina juga sangat disarankan guna mempermudah transaksi, serta memantau promo BBM Non Subsidi yang tersedia.
"Kami berkomitmen menjaga pasokan energi tetap aman hingga ke daerah terpencil. Kami siap melayani agar masyarakat NTB dapat menikmati momen liburan dan lebaran dengan tenang bersama keluarga," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida