Keputusan ini menandai kelanjutan tradisi kolaborasi, antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan di Kota Mataram.
Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menegaskan, penetapan lokasi ini merupakan hasil koordinasi matang berbagai pihak.
Di antaranya jajaran Pemkot Mataram, manajemen LEM, PHBI Masjid Raudhatul Jannah BTN Taman Indah, hingga civitas akademika UIN Mataram.
Lalu Martawang menjelaskan, pemilihan LEM bukan sekadar soal ketersediaan lahan, melainkan simbol keharmonisan relasi di Kota Mataram.
Seluruh jajaran pimpinan daerah, mulai dari wali kota, Forkopimda, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Mataram dipastikan akan berbaur dengan masyarakat di lokasi tersebut.
“Ini adalah kolaborasi yang cantik. Menunjukkan bagaimana relasi yang terbangun kuat antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, hingga perguruan tinggi,” ujarnya, jumat (13/3).
“Kami mengajak seluruh warga Kota Mataram untuk berbondong-bondong hadir agar bisa bersilaturahmi langsung dengan para pimpinan daerah,” sambungnya.
General Manager (GM) LEM Salim Abdad menyatakan kesiapan pihaknya menjadi tuan rumah. Dikatakan, pelaksanaan salat hari besar Islam di LEM sudah menjadi agenda rutin sejak mal tersebut pertama kali beroperasi.
Persiapan fisik akan dilakukan secara bertahap. Dua hari sebelum pelaksanaan salat Ied (H-2), panggung utama akan mulai didirikan. Sementara pada H-1, pemasangan karpet dan sketsel pembatas saf akan dirampungkan.
“Pembersihan area sudah kami mulai dari sekarang, termasuk pemangkasan dahan pohon yang sekiranya dapat mengganggu kenyamanan jemaah,” jelas Salim.
Kabag Kesra Kota Mataram Amir Wisuda memastikan pengamanan akan melibatkan personel gabungan dari Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Mataram, hingga pihak kepolisian.
Baca Juga: LEM Upayakan Rutin Selenggarakan Salat Ied
Pengaturan saf dan alur jemaah juga akan dibantu oleh Pemuda Remaja Masjid Raudhatul Jannah guna memastikan kekhusyukan salat.
Ketua PHBI Masjid Raudhatul Jannah H Lalu Mustajab Hakim berharap pelaksanaan tahun ini berjalan lebih tertib dan lancar. Berdasarkan agenda yang disusun, salat akan dimulai tepat pukul 07.00 Wita.
Sanusi, qari ternama asal Mataram, bertugas sebagai imam dan Profesor Dr Muhammad Saleh Ending, wakil rektor II UIN Mataram sebagai khatib.
Rangkaian ibadah akan ditutup dengan sesi halalbihalal antara jajaran Pemkot Mataram dengan masyarakat umum.
Penyelenggaraan ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat citra Mataram sebagai kota yang religius dan modern.
Editor : Kimda Farida