Berdasarkan data terbaru dari Investing.com, harga Bitcoin terpantau nangkring di level $70.166,0, atau naik sekitar 1,89% dalam waktu singkat. Pergerakan liar ini terjadi di tengah tensi geopolitik dunia yang sedang memanas.
Efek Donald Trump dan Borong Saham Usut punya usut, salah satu pemicu utama "ledakan" harga ini adalah berita dari Amerika Serikat.
Mengutip laporan dari Investing.com, Bitcoin naik lebih dari 3,6% ke kisaran $70.700 setelah Donald Trump dikabarkan menunda serangan ke Iran selama lima hari.
Keputusan ini memberikan napas lega bagi pasar keuangan global yang sempat tercekam kekhawatiran perang.
Tak hanya faktor Trump, aksi "paus" kripto juga memperkuat dominasi Bitcoin.
Strategy Inc. milik miliarder Michael Saylor dilaporkan kembali menyerok Bitcoin senilai $76,5 juta hanya dalam minggu ini saja. Langkah agresif ini menyusul pembelian jumbo sebelumnya yang mencapai $1,6 miliar pada periode awal Maret.
Sinyal Teknis: Beli atau Jual?
Meski sedang terbang tinggi, para investor di Lombok dan seluruh dunia diminta tetap waspada. Dari rangkuman teknis Investing.com, indikator menunjukkan sinyal "Sangat Beli" untuk rentang waktu per jam. Namun, jika menilik grafik mingguan dan bulanan, sinyal masih menunjukkan "Sangat Jual".
Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini masih kokoh berada di peringkat 1 dengan nilai mencapai $1,42 Triliun. Volume perdagangan 24 jam terakhir pun sangat gemuk, menyentuh angka $48,90 Miliar.
Di kolom diskusi pengguna, sentimen pasar masih terbelah. Ada yang merayakan kemenangan ini, namun tak sedikit yang memperingatkan agar jangan gegabah membeli karena kekhawatiran harga bisa merosot kembali ke level $50.000 jika momentum hilang.
Pastikan Anda selalu memantau pergerakan real-time melalui platform terpercaya seperti Investing.com sebelum mengambil keputusan investasi yang berisiko tinggi.
Editor : Marthadi