LombokPost - Rombongan pengelola koperasi syariah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah bertandang ke Gedung PLUT KUMKM NTB, pekan lalu.
NTB kedatangan rombongan yang terdiri dari pengelola 22 koperasi berbasis syariah.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini dan semoga pertemuan ini membawa berkah bagi pengembangan ekonomi kerakyatan di kedua daerah," ujar Kepala Dinas Koperasi UKM NTB Wirawan Ahmad, Sabtu (4/4).
Wirawan menegaskan, NTB saat ini memiliki sejumlah koperasi syariah unggulan yang mampu mengelola sektor riil dengan profesional.
Model bisnis ini dinilai relevan untuk dicontoh daerah lain. “Karena sifatnya yang inklusif dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Pihaknya berharap, selain mendapatkan pengetahuan, pengelola koperasi juga memperoleh pengalaman menarik lainnya.
“NTB memiliki potensi wisata dan ekonomi yang saling mendukung. Semoga ini memberikan pengalaman positif bagi mereka,” sambungnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ajang bertukar pengalaman.
Juga memperkuat jejaring antardaerah, serta mendorong pengembangan koperasi syariah yang lebih inovatif, produktif, dan berdaya saing.
Baca Juga: Jamkrida NTB Syariah Kini Bisa Lakukan Penjaminan UMKM dan Koperasi Syariah di NTB
Selain bertukar ilmu tentang manajemen koperasi, kunjungan ini juga menjadi ajang promosi wisata daerah. Wirawan berharap pengelola koperasi syariah ini dapat menikmati keindahan alam Lombok yang secara langsung mendukung perputaran ekonomi lokal dan UMKM.
Pertemuan lintas provinsi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring antardaerah. Termasuk mendorong terciptanya koperasi syariah yang lebih inovatif dan mampu bersaing di pasar nasional.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi (Diskuktrans) dan ESDM Kabupaten Karanganyar Wawan Apriyanto mengatakan, alasan pihaknya memilih NTB sebagai lokasi studi banding. Menurutnya, perkembangan koperasi syariah di NTB sudah selangkah lebih maju. Terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam unit usaha produktif. "Kami membawa 22 pengelola koperasi syariah untuk memperdalam pemahaman mengenai pengembangan model usaha sektor riil. NTB adalah referensi penting bagi kami di Karanganyar untuk belajar inovasi dan produktivitas koperasi," tandas Wawan. (fer/r6)
Editor : Redaksi