LombokPost – Selama ini ada jarak yang cukup lebar antara riset di meja kuliah dengan realita industri di lapangan. Namun, pemandangan berbeda tampak pada perhelatan Epic Lombok Coffee Week (ELCW) 2026.
Event kopi terbesar sepanjang 10 tahun berdirinya Lombok Epicentrum Mall ini ternyata "digawangi" oleh kolektif intelektual dari satu almamater: Magister Perencanaan Kepariwisataan (MPK) Universitas Mataram.
Angka transaksi yang menembus Rp 2 miliar dan kehadiran 19.000 lebih pengunjung bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah hasil dari perencanaan strategis yang dirancang oleh para akademisi muda yang terjun langsung ke industri.
Baca Juga: Epic Lombok Coffee Week Sedot Ribuan Pengunjung
Satu Almamater, Satu Visi
Inisiator utama event ini, Bagus Krishna Adhitria, yang merupakan mahasiswa aktif S2 MPK Unram, berhasil menyatukan simpul-simpul kekuatan alumni dan praktisi dalam satu wadah.
Bagus tidak bekerja sendiri; ia didampingi oleh figur-figur yang sudah memiliki nama besar di industri kopi Lombok yang salah satu tokohnya berangkat dari rahim MPK Unram.
Baca Juga: Tous les Jours Bakery Cafe Hadir di Lantai Satu Lombok Epicentrum Mall
Sebut saja Afwan Abrory, sosok yang dikenal sebagai founder Ace Group dan figur penting di industri coffeeshop di Mataram, serta Joey Malvine, penikmat kopi yang terlibat aktif pada sesi cupping fun di ELCW. Ketiganya merupakan representasi dari bagaimana lulusan MPK Unram mampu melakukan penetrasi pasar dengan pendekatan saintifik dan perencanaan yang matang.
Kolaborasi dengan Senior
Gerakan "anak muda MPK" ini pun mendapat pengakuan dari para tokoh senior. Dukungan dari Qwadru (GM Geopark Lombok - Rinjani) dan Sutrisno (Arimbi Coffee) menunjukkan bahwa narasi yang dibangun oleh mahasiswa S2 ini memiliki kredibilitas tinggi di mata pemangku kebijakan dan pemain lama industri.
"Kami ingin memutus stigma bahwa mahasiswa S2 hanya berkutat dengan tesis di perpustakaan. ELCW adalah laboratorium hidup kami. Di sini, teori perencanaan pariwisata dan ekonomi kreatif kami uji langsung di hadapan publik," ujar Bagus Krishna.
Benchmark Baru Pariwisata NTB
Fenomena ELCW 2026 membuktikan bahwa kolaborasi antar alumni dan mahasiswa MPK Unram mampu menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Dengan menggandeng 20 coffeeshop ternama, kolektif ini berhasil menjadikan kopi sebagai pilar baru dalam skema destinasi wisata kota (urban tourism) di Lombok.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bagi dunia pendidikan di NTB bahwa sinergi antar alumni (seperti Joey dan Afwan) dengan mahasiswa aktif (seperti Bagus) adalah kunci utama dalam percepatan pembangunan industri kreatif di masa depan. (glh)
Editor : Redaksi