Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WFH Pemprov NTB Baru Dijalankan Sebagian OPD

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
ABDI NEGARA: ASN lingkup Pemprov NTB, saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, di lapangan Bumi Gora, Senin (1/6). (DISKOMINFOTIK NTB FOR LOMBOK POST)
ABDI NEGARA: ASN lingkup Pemprov NTB, saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, di lapangan Bumi Gora, Senin (1/6). (DISKOMINFOTIK NTB FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Dua bulan pasca-diluncurkan sejak April lalu, penerapan skema Work From Home (WFH) di lingkup Pemprov NTB, ternyata belum berjalan maksimal. 

Kepala Biro Organisasi Setda NTB Ahmadi mengungkapkan dari hasil evaluasi baru sekitar 50 persen OPD yang aktif mengimplementasikan kebijakan efisiensi tersebut.

“Memang selama dua bulan (April-Mei) hasil evaluasi kita ya hampir sekitar 50 persen OPD ini yang melaksanakan (WFH),” terangnya.

Fakta tersebut ditemukan, dari hasil pemantauan intensif yang dilakukan jajarannya setiap hari Jumat. Sepanjang dua bulan terakhir, terdapat sekitar empat kali hari Jumat produktif di luar hari libur nasional.

Menurut dia, belum optimalnya penerapan WFH di seluruh OPD tidak terlepas dari penyusunan mekanisme kerja dari rumah, cukup ruwet untuk disusun oleh sejumlah pimpinan OPD. 

Advertisement

Meski petunjuk teknis (Juknis) telah disampaikan, pelaksanaan WFH mengharuskan adanya pengawasan dan laporan harian, dari pegawai yang bekerja dari rumah sehingga membutuhkan penyesuaian di tingkat OPD.

“Tidak mau ruwet gitu ya, memberikan laporan apa yang dikerjain staf yang melakukan WFH, padahal petunjuknya itu sudah kita berikan, tinggal sekarang di kepala OPD,” jelasnya. 

Bagaimana pun, salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan WFH adalah penyampaian laporan pekerjaan dari pegawai yang bekerja dari rumah. 

Laporan tersebut menjadi instrumen pengawasan, untuk memastikan produktivitas pegawai tetap terjaga selama menjalankan tugas di luar kantor.  

Menurut Ahmadi, tanpa mekanisme pelaporan yang jelas, kebijakan WFH berpotensi disalahartikan sebagai waktu libur oleh sebagian pegawai.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Wabup KSB Hanipah Sentil Kepala OPD, Diminta Rajin Turun Lapangan Tuntaskan STBM

Wabup KSB Hanipah Sentil Kepala OPD, Diminta Rajin Turun Lapangan Tuntaskan STBM

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Hj Hanipah, mengingatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar aktif

Isvie Kritik Banyak Kepala OPD Mangkir di Rapat Paripurna, Desak Kinerja DPKP NTB Dievaluasi

Isvie Kritik Banyak Kepala OPD Mangkir di Rapat Paripurna, Desak Kinerja DPKP NTB Dievaluasi

Baiq Isvie soroti banyak kepala OPD mangkir rapat paripurna dan desak evaluasi kinerja DPKP NTB.

Penasihat Hukum LAZ Beberkan Ada Potensi Keterlibatan Oknum Kepala OPD

Penasihat Hukum LAZ Beberkan Ada Potensi Keterlibatan Oknum Kepala OPD

Tim Penasihat Hukum (PH) Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengisyaratkan adanya potensi keterlibatan pihak lain.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer