Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Plastik Melonjak, Pelaku UMKM Kebingungan

Geumerie Ayu • Kamis, 9 April 2026 | 14:50 WIB
LAYANI PEMBELI: Salah satu pelaku UMKM kuliner di Kota Mataram (kiri) tengah menyerahkan belanjaan konsumen yang dibungkus menggunakan kantong plastik, belum lama ini. (Ferial/Lombok Post)
LAYANI PEMBELI: Salah satu pelaku UMKM kuliner di Kota Mataram (kiri) tengah menyerahkan belanjaan konsumen yang dibungkus menggunakan kantong plastik, belum lama ini. (Ferial/Lombok Post)

LombokPost - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di NTB harus menghadapi tantangan berat.

Ini terkait kenaikan harga berbagai produk kemasan pabrikan seperti plastik, sedotan, mika, hingga styrofoam melonjak drastis dengan kisaran 30-50 persen.

Tekanan biaya produksi yang kian membengkak memaksa para pengusaha lokal untuk memutar otak agar bisnis mereka tetap bertahan tanpa kehilangan pelanggan.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, UMKM Kena Imbas

Keluhan misalnya disampaikan Ovi, seorang pedagang jamu di Mataram.

Ia mengaku pusing menghadapi kenaikan harga yang terjadi secara menyeluruh pada semua jenis perlengkapan plastik.

"Plastik kecil yang tadinya Rp 7.500 per kantong, sekarang naik jadi Rp 11.000. Botol plastik untuk kemasan jamu juga naik gila-gilaan, dulu satu ball harganya Rp 85.000, sekarang sudah Rp 145.000," beber Ovi.

Baca Juga: Harga Plastik Melejit 2 Kali Lipat! Pelaku Usaha Tertekan, Konsumen Terancam Ikut Menanggung

Tak hanya botol, gelas plastik untuk tempat buah potong pun mengalami kenaikan signifikan. Dari Rp 235.000 naik menjadi Rp 365.000 per karton. Namun dia cukup takut menaikkan harga jual produk.

"Akhirnya, mau tidak mau kami hanya ambil untung sedikit saja," tambahnya.

Rosliana, pelaku UMKM kuliner di Lombok Barat juga mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, lonjakan harga sudah terasa sejak sebelum Lebaran dan terus berlanjut hingga saat ini.

Baca Juga: Konflik Geopolitik Iran dan Israel Ancam Stabilitas Pangan Nasional, Johan Rosihan Desak Transformasi Kebijakan Fundamental

"Kami sampai harus hitung ulang harga jual produk supaya tetap ada keuntungan sedikit," ujarnya.

Anto, pemilik toko plastik di Pasar Karang Jasi, Mataram, menjelaskan kenaikan harga plastik ini dipicu faktor geopolitik di tingkat global. "Kenaikan terjadi sejak seminggu sebelum Lebaran dan sampai sekarang terus naik harganya," kata Anto saat ditemui di tokonya.

Anto merinci, kantong plastik ukuran sedang yang dulunya dibanderol Rp 45.000, kini sudah menyentuh angka Rp 55.000. Produk lain seperti thinwall dan styrofoam juga mengalami tren kenaikan serupa.

Meski pelanggan banyak yang mengeluh, mereka tetap membeli karena kemasan merupakan kebutuhan primer untuk berjualan. Para pelaku UMKM kini menaruh harapan besar pada langkah konkret pemerintah dalam pengendalian harga kemasan.

Pelaku UMKM khawatir daya beli konsumen akan semakin tertekan jika terpaksa menaikkan harga jual produk secara drastis. “Benar itu, harga plastik naik tapi saya belum berani naikkan harga jual,” kata Khairul, penjual aneka bubur dengan bungkus mika, di Mataram. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#kenaikan signifikan #UMKM #plastik #geopolitik #kemasan