LombokPost - Di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah, komoditas vanili organik dari NTB relatif tidak terdampak.
Ekspor vanili organik ke Amerika Serikat tetap stabil, bahkan mencatatkan permintaan yang cenderung meningkat dibandingkan varian konvensional.
Owner UD Rempah Organik Lombok Muhir Ali menjelaskan, kunci ketahanan produknya terletak pada status sertifikasi organik.
Baca Juga: Cengkeh, Vanili, dan Kacang Mete KLU Diburu Banyak Pembeli Luar Negeri
UD Rempah Organik Lombok sendiri merupakan salah satu eksportir vanili organik NTB masih aktif mengirimkan produknya ke Amerika.
Menurutnya, konsumen di Amerika kini lebih selektif dan tetap memprioritaskan bahan baku berkualitas tinggi yang ramah lingkungan.
"Kalau yang organik itu tidak ada perubahan permintaan, bahkan mereka minta lebih. Berbeda dengan vanili konvensional yang lebih rentan terdampak gejolak global sehingga harganya mulai turun. Vanili organik kita masih mampu menjaga kestabilan harga," jelas Muhir.
Buktinya, UD Rempah Organik Lombok baru saja melakukan pengiriman pada 1 April lalu. Eksistensi produk lokal ini di pasar premium Amerika menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah.
Guna memastikan keberlanjutan ekspor, UD Rempah Organik kini tengah melakukan persiapan matang untuk target tahun 2026.
Langkah strategis yang diambil adalah melakukan audit standar organik Amerika Serikat (USDA Organic) terhadap para petani binaan di Lombok.
Baca Juga: Asosiasi Petani Vanili Organik Lombok Dikukuhkan
Audit ini sangat krusial karena pasar Amerika Serikat memiliki standar keamanan pangan dan kriteria organik yang sangat ketat.
"Insyaallah, target kami tahun ini bisa mengekspor hingga 4 ton vanili organik," sambungnya.
Pihaknya memprediksi total produksi vanili organik tahun ini mencapai 6 ton. Mayoritas hasilnya memang diprioritaskan untuk meamenuhi permintaan pasar Amerika yang sangat besar.
Muhir tidak menampik ketegangan internasional memengaruhi kecepatan industri di luar negeri. Beberapa pembelinya di Amerika yang mengolah vanili menjadi produk jadi bergerak lebih lambat dari biasanya.
Namun, karena vanili adalah bahan baku inti yang sulit digantikan, kebutuhan pasar tetap ada meski ritmenya sedikit berubah. (fer/r6)
Editor : Redaksi