Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cengkeh, Vanili, dan Kacang Mete KLU Diburu Banyak Pembeli Luar Negeri

G
Penulis: Geumerie Ayu❯

Vanili organik, cengkeh, dan kacang mete KLU diburu banyak pembeli luar negeri.
Vanili organik, cengkeh, dan kacang mete KLU diburu banyak pembeli luar negeri.
LombokPost – Komoditas cengkeh, vanili, dan kacang mete Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), diburu banyak pembeli luar negeri.


Advertisement

Pada September 2024, KLU tercatat mengekspor vanili ke Amerika Serikat dengan volume mencapai 24 ton.

Pada tahun ini, sejumlah komoditas lain dari KLU juga tengah bersiap masuk ke berbagai negara tujuan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disprindagkop) UMKM KLU Haris Nurdin mengatakan, pihaknya bersama pelaku usaha lokal akan kembali mengirimkan komoditas cengkeh pekan depan.

Advertisement

Cengkeh tersebut dikirim dalam jumlah puluhan ton ke Australia.

“Pemainnya adalah warga kita sendiri, petani dan pengepul lokal di KLU. Ini membuktikan komoditas kita punya daya saing tinggi,” jelasnya.

Tak hanya cengkeh, peluang ekspor kacang mete juga mulai terbuka.

Advertisement

Sejumlah pembeli dari India sudah melakukan penjajakan.

Mereka juga membawa sampel produk cashew dari UMKM di KLU.

“Dari obrolan, Insya Allah grade-nya bisa masuk standar mereka. Kita tunggu kabar baiknya,” kata Haris.

Selain memfasilitasi pengiriman komoditas, pemerintah daerah juga aktif membuka akses pasar.

Pihaknya mempertemukan petani dan UMKM bersama calon pembeli internasional.

Dua pekan mendatang, KLU akan menggelar business matching dengan buyer dari India, Australia, Inggris, hingga Nepal.

“Kalau deal, kita langsung tandatangani kontrak. Ini langkah konkret memperluas pasar,” tandas Haris.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU juga terus memperkuat sektor hulu.

Kali ini, upaya penyediaan bibit vanili organic yang juga merupakan komoditas ekspor dari KLU.

Kendaraan pengangkut vanili organik yang diekspor ke Amerika Serikat, saat pelepasan ekspor, beberapa waktu lalu.
Kendaraan pengangkut vanili organik yang diekspor ke Amerika Serikat, saat pelepasan ekspor, beberapa waktu lalu.

Kepala DKP3 KLU Tresnahadi mengatakan, pemerintah telah mengembangkan kebun bibit vanili organik seluas delapan are di Bayan sejak 2023.

Hal itu dikarenakan petani vanili KLU kerap kesulitan mencari bibit.

“Maka kami bangun kebun bibit agar kebutuhan mereka ke depan tercukupi. Pertumbuhannya bagus dan Insya Allah bisa menjadi sumber bibit vanili bagi masyarakat,” jelasnya.

Diterangkannya, KLU merupakan salah satu sentra vanili di NTB, terutama di Kecamatan Gangga dan Bayan.

Bahkan, sebagian kelompok tani di daerah ini sudah berhasil mengekspor vanili organik ke luar negeri.

“Vanili kita punya kualitas yang menjanjikan. Harganya tinggi, perawatannya tidak terlalu sulit, sehingga sangat potensial untuk terus dikembangkan,” pungkasnya.

Advertisement
Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jajanan Tradisional Tak Lekang oleh Zaman, Lebih Higienis dan Premium lewat Pengemasan

Jajanan Tradisional Tak Lekang oleh Zaman, Lebih Higienis dan Premium lewat Pengemasan

Di tengah menjamur makanan kekinian yang silih berganti viral di media sosial, jajanan tradisional tetap memiliki ruang di hati masyarakat.

Kacang Mete Songgajah Asal NTB Dilirik Buyer Jepang, Turki, dan Serbia   

Kacang Mete Songgajah Asal NTB Dilirik Buyer Jepang, Turki, dan Serbia  

Produk kacang mete panggang olahan UMKM Songgajah asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil menarik minat pasar internasiona

Harapan Baru dari Sulur-sulur Vanili Keni Anjani, Harga Pasar Meroket, Bangkitkan Semangat Petani usai Terpuruk karena Anjloknya Nilai Jual

Harapan Baru dari Sulur-sulur Vanili Keni Anjani, Harga Pasar Meroket, Bangkitkan Semangat Petani usai Terpuruk karena Anjloknya Nilai Jual

Dari kebun sederhana di tengah hutan itu, harapan para petani vanili perlahan kembali tumbuh setelah sempat layu akibat harga yang anjlok.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer