LombokPost - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan mempertegas komitmennya dalam membangun ekonomi dari pinggiran.
Hal ini ditandai dengan dukungan penuh terhadap inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Program Desa Berdaya yang resmi di-kick off di Mataram.
Program ini menempatkan desa sebagai subjek utama pembangunan dengan sasaran utama percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Baca Juga: Program Desa Berdaya Pemprov NTB Diguyur Anggaran Rp 128 Miliar
Fokusnya mencakup penguatan inklusi keuangan bagi kelompok rentan, pelaku usaha ultra mikro, hingga masyarakat prasejahtera.
Langkah awal kolaborasi ini diawali dengan kegiatan Training of Facilitator (TOF) bagi para Pendamping Desa Berdaya.
Tujuannya agar para pendamping memiliki kapasitas mumpuni dalam memberikan edukasi keuangan yang sederhana dan tepat sasaran sesuai kebutuhan warga desa.
Baca Juga: Perkuat Linmas, Satpol PP NTB Dorong Desa Berdaya Transformatif di Sumbawa dan KSB
Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata OJK dalam membangun sektor jasa keuangan yang inklusif dan berkontribusi pada pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa edukasi keuangan, akses pembiayaan, dan pelindungan konsumen dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di desa,” ujar Rudi dalam sambutannya.
Sinergi ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi lembaga keuangan, di antaranya Direktur Inklusi Keuangan OJK Rony Ukurta Barus.
Baca Juga: Memperkuat Fondasi Trantibum, Satpol PP NTB Dorong Desa Motong Menuju Transformasi Berdaya
Ada Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K Pamungkas, hingga perwakilan dari International Labour Organization (ILO) dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB.
Tinjau Potensi Ekonomi di Lombok Timur
Tak hanya sekadar seremoni, OJK bersama para pemangku kepentingan langsung tancap gas melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Lombok Timur sehari setelah pembukaan. Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan kesiapan pelaku usaha yang akan menjadi mitra pendamping sekaligus offtaker (penjamin pasar) dalam implementasi Program Desa Berdaya.
Dalam peninjauan tersebut, Bank NTB Syariah dan Bank Mandiri mengusulkan tiga debitur potensial untuk dilibatkan. Ketiganya bergerak di sektor peternakan ayam petelur, pengusaha kemiri, dan pengrajin Batik Sasambo. Para pengusaha ini menyatakan kesiapannya untuk mendampingi pelaku usaha di desa sekaligus menyerap hasil produksi mereka.
Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat sisi pembiayaan, tetapi juga mendorong budaya menabung dan integrasi data yang lebih efektif. Dengan kolaborasi lintas lembaga bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB, kemandirian ekonomi desa diharapkan dapat menjadi motor utama peningkatan kualitas hidup masyarakat NTB secara luas dan berkelanjutan.
Editor : Redaksi