Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Buruh Tani Tembakau Dapat Pelatihan Usaha Tata Boga

Geumerie Ayu • Jumat, 17 April 2026 | 15:59 WIB
PELATIHAN: Puluhan IRT sekaligus buruh tani tembakau yang mengikuti Diklat wirausaha tata boga di Lombok Tengah, Senin-Kamis (13-16/4). (IST/LOMBOK POST)
PELATIHAN: Puluhan IRT sekaligus buruh tani tembakau yang mengikuti Diklat wirausaha tata boga di Lombok Tengah, Senin-Kamis (13-16/4). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Pelatihan kewirausahaan bidang teknis olahan makanan menyasar puluhan ibu rumah tangga.

Mereka yang sekaligus buruh tani tembakau ini dibekali keahlian khusus wirausaha tata boga, mulai 13-16 April 2026.

Pelatihan usaha tata boga ini dipusatkan di Kabupaten Lombok Tengah, menyasar Desa Beleka, Desa Beleka Daye, dan Desa Lebe Sane.

Baca Juga: Ekonomi RI Bocor Rp18 Triliun Akibat Impor Tembakau! BRIN Bongkar Rahasia Teknologi agar Petani Lokal Mandiri

Bukan sekadar pelatihan teknis biasa, ini bagian dari desain besar pembangunan ekonomi inklusif di NTB.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) NTB H Wirawan Ahmad menegaskan, keberhasilan program ini terletak pada sinergi antarinstitusi.

Proyek ini melibatkan Balai Diklat Koperasi dan UKM (Balatkop UKM), Pemerintah Desa, LSM LAU, hingga tenaga ahli dari Politeknik Pariwisata Mataram.

Baca Juga: Pemprov NTB Segera Cairkan Bantuan untuk 158 Pekerja Tembakau di Lombok Timur 

"Kami ingin memastikan pelatihan seperti ini tidak berhenti pada teori. Fokus kami adalah hasil nyata, di mana peserta mampu membentuk usaha rumahan yang mandiri dan berkelanjutan," ujar Wirawan, Kamis (16/4).

Salah satu poin krusial dalam diklat ini adalah penempatan perempuan sebagai subjek utama penggerak ekonomi.

Sejalan dengan Program Tembang Pugis, pelatihan ini mendorong kesetaraan gender dan partisipasi aktif perempuan dalam mengurangi kerentanan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Tembakau Rakyat dan Pinang Jadi Andalan NTB Pasok Kebutuhan NTT

Selain dibekali keterampilan memasak dan manajemen usaha, peserta juga akan mendapatkan pendampingan.

Di antaranya, pendampingan usaha berupa bimbingan berkelanjutan pasca-pelatihan.

“Melalui pelatihan ini, para buruh tani tembakau dan kelompok miskin ekstrem diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada sektor musiman,” jelasnya.

Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan yang berkeadilan.

NTB menargetkan model kolaborasi ini menjadi percontohan yang dapat direplikasi di kabupaten/kota lain di NTB.

“Dengan kolaborasi lintas sektor dan keberpihakan pada kelompok rentan, kami optimis NTB bisa menjadi contoh sukses pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia,” pungkasnya. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#Wirausaha #pelatihan #NTB #tembakau #percontohan