LombokPost - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB bersiap melakukan akselerasi pada sektor industri kreatif dan pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM).
Langkah ini diperkuat melalui audiensi dan penjajakan kerja sama strategis dengan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menjalin koordinasi lintas instansi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri di NTB.
Baca Juga: Balai Kemasan NTB Fasilitasi IKM Produksi Bumbu Kemasan
Tujuannya agar IKN NTB memiliki daya saing global, terutama di bidang teknologi dan digital.
Sekretaris Disperindag NTB Lalu Luthfi mengatakan, pihaknya menyambut positif peluang kerja sama ini. Kedua belah pihak bahkan memetakan sejumlah program strategis yang dapat dikerjasamakan.
Di antaranya, pelatihan SDM industri kreatif untuk menciptakan tenaga kerja ahli di bidang digital dan kriya. Inkubasi bisnis berupa pendampingan bagi pelaku IKM agar mampu bertransformasi menjadi startup yang mandiri.
Kemudian program peningkatan kualitas produk yang fokus pada perbaikan desain, kemasan, dan strategi pemasaran digital.
Terakhir, pelatihan berbasis wilayah yang menyesuaikan jenis pelatihan dengan potensi keunggulan lokal.
Pihaknya berkomitmen untuk mensinergikan data IKM lokal dengan program-program dari BDI Denpasar.
Baca Juga: Disperin NTB Ungkap Rahasia IKM Tembus Pasar Global: Standarisasi dari Mutu hingga Branding
Sinergi ini diharapkan dapat memangkas kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri modern saat ini.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan perjanjian kerja sama yang lebih teknis ke depan. Melalui kolaborasi ini, NTB diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pusat inovasi industri kreatif.
Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra menjelaskan, sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI, pihaknya fokus pada pengembangan SDM industri kreatif melalui sistem vokasi non-formal.
BDI Denpasar membawa spesialisasi pada sektor-sektor masa depan. Seperti animasi, digital content, IT, Internet of Things (IoT), kriya, hingga digital marketing. "Kami menerapkan sistem pelatihan 3 in 1, yaitu pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja. Selain itu, kami memiliki program inkubator bisnis (Inbis Tohpati) untuk mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor kreatif," kata Arga. (fer/r6)
Editor : Redaksi