LombokPost – Legalitas usaha kini menjadi instrumen vital yang harus dimiliki setiap pelaku usaha, termasuk di sektor jasa kesehatan tradisional.
Untuk itu, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM menerjunkan tim pendamping untuk memberikan layanan jemput bola pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi Yayasan Terapis Sehat Sejahtera.
Langkah strategis ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam mentransformasi usaha mikro dari sektor informal menjadi formal.
Baca Juga: Suzuki New Alto, Kendaraan Ringan yang Super Irit
Dengan memiliki NIB, para terapis terdata secara resmi. Selain itu, juga memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan aktivitas usahanya.
Pendamping PLUT KUMKM Bidang Pemasaran Yaumi Ramdhani menekankan, dalam industri jasa seperti terapi kesehatan, kepercayaan konsumen adalah aset utama.
Legalitas yang jelas akan secara otomatis meningkatkan kredibilitas seorang terapis di mata pelanggan.
Baca Juga: Simak Jadwal, Rincian Nominal beserta Ketentuan Terbaru Pencairan Bansos PKH Tahap 2 Tahun 2026
“NIB bukan sekadar dokumen administratif atau lembaran kertas. Ini adalah pintu masuk bagi pelaku usaha untuk naik kelas dan berkembang lebih profesional. Tanpa legalitas, sulit bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar maupun membangun kemitraan strategis,” jelas Yaumi, Rabu (29/4).
Pendamping PLUT KUMKM Bidang ProduksiHimawan Zamani menyoroti keterkaitan erat antara legalitas dan kualitas layanan.
Menurutnya, kepemilikan NIB memberikan kepercayaan diri bagi pelaku usaha untuk mulai memikirkan peningkatan skala usaha dan standardisasi layanan.
Baca Juga: New Suzuki Wagon R, Hybrid Irit dengan Desain Sporty
“Legalitas ini juga memudahkan mereka untuk mengakses bantuan permodalan dari perbankan serta mengikuti berbagai pelatihan sertifikasi kompetensi yang difasilitasi pemerintah,” jelasnya.
Program pendampingan langsung ini disambut antusias oleh para anggota Yayasan Terapis Sehat Sejahtera.
Kehadiran tim PLUT KUMKM yang membimbing proses pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS) dinilai sangat memudahkan. Himawan berharap kegiatan ini mampu menciptakan efek domino bagi komunitas terapis lainnya.
Editor : Pujo Nugroho