Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dekranasda NTB Perkuat Kolaborasi Pembinaan Perajin Kriya

Geumerie Ayu • Jumat, 1 Mei 2026 | 17:14 WIB
RAKER: Suasana rapat kerja (Raker) Dekranasda NTB di Gedung Sangkareang, Rabu (29/4). (Ferial/Lombok Post)
RAKER: Suasana rapat kerja (Raker) Dekranasda NTB di Gedung Sangkareang, Rabu (29/4). (Ferial/Lombok Post)

LombokPost – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) di Gedung Sangkareang, Rabu (29/4). Dalam pertemuan tersebut ditekankan pentingnya menghapus ego sektoral demi percepatan pembinaan perajin lokal.

Dekranasda NTB kini memfokuskan diri sebagai pintu pembuka pengembangan pasar. Sementara aspek teknis pembinaan akan diperkuat melalui sinergi dengan dinas-dinas terkait.

Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal menyoroti pola kerja tahun-tahun sebelumnya yang dinilai masih berjalan masing-masing.

Baca Juga: Seluruh Logistik GT World Challenge Asia 2026 Sudah Tiba di Sirkuit Mandalika

"Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Tidak ada lagi istilah ini kerjanya dekranasda atau ini kerjanya dinas,”tegasnya.

Kehadiran para pimpinan OPD strategis dalam kepengurusan kali ini menjadi sinyal kuat upaya membangkitkan ekonomi kreatif NTB. Kolaborasi antara banyak OPD diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendukung bagi para perajin. Mulai dari sisi produksi hingga pemasaran di sektor pariwisata.

"Dengan duduk bersama lintas bidang seserius ini, saya yakin dekranasda punya masa depan yang cerah," tambahnya.

Baca Juga: BPHN Soroti Kinerja Pembinaan Hukum Daerah, NTB Didorong Percepat Laporan dan Layanan 2026

Selain masalah kolaborasi, Raker kali ini juga menetapkan dua agenda besar. Pertama, regenerasi perajin melalui pendidikan. Dekranasda NTB memberikan perhatian khusus pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB untuk mendorong regenerasi perajin di tingkat sekolah. 

Meski belum masuk dalam perubahan kurikulum formal, penambahan kegiatan ekstrakurikuler atau workshop kerajinan di sekolah-sekolah dinilai sangat penting. Hal tersebut menjadi target yang harus segera dieksekusi tahun ini.

Kedua, Dekranasda ingin mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan Desa Berdaya. Agar setiap desa, khususnya desa wisata di NTB memiliki produk kerajinan unggulan yang mandiri.

Baca Juga: BREAKING: Trump “Akhiri” Operasi Epic Fury di Iran, Manuver Mendadak Jelang Deadline Kongres Bikin Geger!

Raker ini menandai babak baru bagi Dekranasda NTB untuk lebih lincah  merespons tantangan pasar. Program yang sebelumnya diusulkan setiap bidang kini digabungkan, kemudian dikerjakan secara bersama-sama melalui aksi kolektif.

"Dengan semangat kolaborasi lintas bidang ini, kita tidak hanya membina perajin, tapi juga memastikan produk mereka menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tandasnya.

Kepala Disparekraf NTB Ahmad Nur Aulia menegaskan, fungsi kemitraan akan dioptimalkan sebagai jembatan sinergi antara perajin dengan para stakeholder strategis.

Baca Juga: DPRD Dorong PT GNE Berbenah di Bawah Direksi dan Komisaris Baru 

Memastikan produk lokal mendapatkan panggung utama, pihaknya akan mengadvokasi penempatan Authentic Corner di berbagai titik penjualan.

Aulia menekankan, kemitraan tidak bisa berjalan sendiri tanpa input dari bidang produksi. Dengan melihat tren pasar, pola kemitraan yang dibangun akan disesuaikan dengan kebutuhan perajin.

Tujuannya, agar produk mereka tidak hanya berkualitas secara estetika, tetapi juga memiliki daya saing harga dan aksesibilitas yang baik.

"Kemitraan ini majority porsinya dalam organisasi. Tugas kita adalah membangun jejaring dan memastikan sinergi ini memberikan dampak nyata pada kesejahteraan perajin di desa-desa," pungkasnya.

Baca Juga: Gerindra Tes Ombak Pilwali Mataram, Jajaki Pasangan Muzihir-Rachman 

Editor : Pujo Nugroho
#kriya #Dekranasda NTB #pembinaan perajin #raker #kerajinan