LombokPost – Nilai ekspor NTB sejak Januari hingga Maret 2026 tercatat USD 707,92 juta. Jumlah ini naik 3.990,19 persen dibanding periode yang sama 2025.
Pada bulan Maret saja, ekspor NTB menembus angka USD 567,57 juta. Capaian ini mengalami lonjakan luar biasa hingga lebih dari 9.000 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Lonjakan ini merupakan imbas positif dari produk hasil olahan smelter yang kini mulai mendominasi pasar ekspor.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, sektor tambang non-migas masih menjadi tulang punggung utama dengan pangsa mencapai 92,09 persen atau senilai USD 522,65 juta.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Ajak Pengusaha Muda NTB Kelola Investasi Daerah
Komoditas unggulan tetap didominasi konsentrat tembaga yang dikirim melalui Pelabuhan Benete di Sumbawa Barat dengan tujuan utama Tiongkok dan Jepang.
Menariknya, hasil olahan smelter berupa tembaga dan bagian-bagiannya kini mulai menunjukkan taring.
Produk bernilai tambah ini menyumbang 5,79 persen dari total ekspor atau senilai USD 32,86 juta. Produk tembaga ini diekspor ke Tailan, Tiongkok, dan Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
NTB juga sukses memasarkan komoditas non-tambang lainnya yang cukup beragam. Di antaranya, perhiasan dan permata yang mencakup perak belum ditempa serta mutiara budi daya.
Baca Juga: Insentif PPN Tiket Pesawat Berlanjut Hingga Juni 2026
Komoditas ini mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 9,6 juta dengan menembus pasar Australia, Jepang, hingga Hongkong melalui pintu ekspor Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai.
Produk daging dan ikan olahan seperti udang dan tiram awetan turut menyumbang devisa sebesar USD 1,07 juta. Pasar utamanya ke Amerika dan Singapura.
Sementara ekspor produk kelautan segar yang meliputi udang vaname, lobster batu, dan ikan kering tetap menunjukkan performa stabil. Komoditas ini diekspor menuju Malaysia dan Puerto Rico.
Salah satu catatan penting, mulai optimalnya pemanfaatan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) untuk aktivitas ekspor.
Baca Juga: PLN EPI Dampingi 45 UMKM Mataram Sulap Sampah Pantai Menjadi Sumber Cuan
Komoditas seperti lobster dan produk olahan ikan kini bisa langsung diterbangkan ke Singapura dan Malaysia berkat ketersediaan penerbangan langsung.
“Hal tersebut yang secara signifikan memotong biaya logistik dan menjaga kesegaran produk,” katanya.
Secara kumulatif, total ekspor NTB dari Januari hingga Maret 2026 telah mencapai USD 707,92 juta. Angka ini naik sangat tajam dibandingkan periode yang sama 2025 yang hanya USD 17,31 juta.
"Kenaikan secara kumulatif pada triwulan pertama ini mencapai hampir 4.000 persen jika dibandingkan tahun lalu," tandasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post