LombokPost – Pesona desa kaki Gunung Rinjani di Sembalun Lombok Timur terus menawarkan potensi baru.
Belum usai dengan wisata petik stroberi atau mendaki perbukitan, kini wisata menjelajah dengan skuter listrik mulai menjadi magnet baru.
Bisnis ini terbukti ampuh mendulang cuan jutaan Rupiah, sekaligus memberikan warna modern pada wajah pariwisata di sana.
Bisnis penyewaan kendaraan listrik ini tidak hanya menawarkan sensasi berkeliling menghirup udara segar.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Ajak Pengusaha Muda NTB Kelola Investasi Daerah
Namun juga menjadi bukti nyata bagaimana perpaduan perkembangan zaman, keindahan alam, dan kreativitas pengusaha mampu menggerakkan ekonomi.
Salah satu pelopor dalam tren ini adalah Skuter Sembalun. Dikelola oleh duet srikandi lokal, Yuni Wari dan Sultiyah. Kini mereka sudah memasuki tahun ketiga operasionalnya.
Bisnis yang awalnya dimulai dari langkah kecil saat bulan Ramadan kini telah menjelma menjadi unit usaha yang sangat menjanjikan. Terutama saat musim libur panjang seperti Lebaran dan Tahun Baru.
"Kami mulai dari nol sekitar tiga tahun lalu. Awalnya memang sepi karena belum banyak yang tahu. Namun, berkat promosi masif di media sosial seperti Instagram dan TikTok, peminatnya langsung meledak," tutur Yuni Wari.
Baca Juga: Insentif PPN Tiket Pesawat Berlanjut Hingga Juni 2026
Pengelola sangat jeli menangkap perilaku wisatawan masa kini yang haus akan konten visual.
Menikmati sensasi berkendara di antara hamparan sawah dan perbukitan, wisatawan cukup merogoh kocek Rp 60.000 per jam untuk skuter listrik. Ada juga disediakan sepeda listrik Rp 70.000 per jam.
Skuter Sembalun juga menyediakan jasa dokumentasi. Tersedia tim dokumentasi khusus baik video dan foto profesional dengan biaya tambahan Rp 100.000 per jam.
Paket ini menjadi favorit bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen estetik dengan latar belakang kemegahan Gunung Rinjani.
Baca Juga: PLN EPI Dampingi 45 UMKM Mataram Sulap Sampah Pantai Menjadi Sumber Cuan
Meski sempat menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada awal tahun 2026, geliat ekonomi dari sektor ini tetap stabil.
Saat ini, dengan armada sebanyak tujuh unit, Yuni mampu meraup omzet harian mencapai Rp 1 juta.
Strategi pemasaran yang cerdas juga diterapkan melalui kerja sama dengan pihak penginapan.
"Kami sudah bekerja sama dengan berbagai villa dan homestay. Tamu tinggal melakukan scan barcode yang tersedia di penginapan, dan skuter akan langsung kami antar ke lokasi," jelasnya.
Penggunaan kendaraan listrik di kawasan Sembalun tidak hanya menguntungkan secara finansial. Bisnis ini juga mendukung konsep pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan karena bebas emisi dan polusi suara.
Editor : Kimda Farida