LombokPost – Gelaran Karya Kreatif (KK) NTB 2026 sukses membawa angin segar bagi ekosistem pelaku usaha lokal.
Gelaran yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu 15-17 Mei 2026 di Lombok Epicentrum Mall dan untuk UMKM kuliner disediakan di Parkir Timur Lombok Epicentrum Mall.
Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB dengan menggandeng UMKM yang berkembang di daerah ini.
Baca Juga: Bank Indonesia NTB Gandeng Rene Suhardono Bedah "Rumus Anti Nganggur" di World Book Day
Berbeda dengan pameran tahun-tahun sebelumnya yang kerap didominasi wajah lama, ajang kali ini berhasil merealisasikan target inkubasi dengan melahirkan belasan pelaku usaha baru yang siap bersaing di pasar modern.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan rasa syukur atas progres signifikan ini. Dirinya mengapresiasi langkah nyata Bank Indonesia (BI) dalam mengawal proses hulu ke hilir para pelaku usaha di Bumi Gora.
"Tahun lalu dalam KK 2025, saya menitipkan harapan kepada BI agar setiap tahun ada UMKM baru yang terkurasi dan bisa masuk ke pameran seperti ini. Alhamdulillah, tahun ini ada 15 UMKM baru yang sudah naik kelas dan graduasi, sehingga produknya sudah sangat layak dipamerkan," ujar Lalu Muhamad Iqbal.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp 17.300 per USD, Bank Indonesia Perkuat Intervensi
Kerja Bersama Lintas Stakeholder
Gubernur menegaskan bahwa pengembangan sektor ini tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Diperlukan intervensi menyeluruh karena menyangkut penguatan kapasitas, literasi keuangan, hingga kesiapan komersial.
Sektor Keuangan: Keterlibatan institusi keuangan sangat krusial untuk memastikan pelaku usaha mandiri secara finansial.
Baca Juga: Rebutan! 55 Kuota Beasiswa Bank Indonesia 2026 Dibuka di Universitas Bumigora, Ini Keuntungannya
Pemerintah Daerah: Kabupaten/kota mengambil peran dalam inkubasi keterampilan dan keahlian spesifik.
Peran Strategis BI: Menjadi motor penggerak utama, khususnya dalam membawa produk kriya lokal menembus pasar internasional (go global).
Menyeimbangkan Supply dan Demand Pariwisata
Menanggapi capaian tersebut, Kepala Koordinator Bank Indonesia Wilayah Bali Nusra, Achris Sarwani, menjelaskan bahwa pengembangan produk lokal sejatinya berfungsi sebagai supply utama untuk industri pariwisata. Oleh karena itu, kualitas produk harus mampu menjawab kebutuhan para wisatawan yang berkunjung ke NTB.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong kenyamanan destinasi agar wisatawan berbondong-bondong datang ke Lombok.
Salah satu kemudahan yang terus diakselerasi adalah penerapan sistem pembayaran QRIS cross-border. Inovasi ini memungkinkan pelancong asing bertransaksi langsung tanpa harus menukarkan uang tunai, sehingga proses belanja produk lokal menjadi lebih praktis.
Pembayaran QRIS lintas negara (cross-border) saat ini dapat digunakan di 9 negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Dapat melakukan transaksi dengan memindai kode QR merchant lokal secara langsung menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital Indonesia.
Berikut adalah daftar negara beserta jaringan yang mendukung Thailand: Didukung oleh jaringan PromptPay. Malaysia: Didukung oleh jaringan DuitNow. Singapura: Didukung oleh jaringan SGQR. Filipina: Didukung oleh jaringan QR Ph. Vietnam: Didukung oleh jaringan VietQR. Laos: Didukung oleh jaringan LAPNET. Brunei Darussalam: Didukung oleh jaringan DuitNow Brunei. Jepang: Didukung oleh jaringan JPQR. Korea Selatan: Didukung melalui integrasi berbagai jaringan mitra lokal. Tiongkok: Didukung oleh jaringan Alipay QR.
Komoditas Kopi NTB Jadi Unggulan
Selain fokus pada omzet, KK NTB 2026 juga memberikan perhatian khusus pada komoditas kopi. BI NTB berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan kopi lokal, baik dari sisi penyelesaian problem di tingkat hulu hingga kolaborasi hilirisasi dengan kafe-kafe di NTB.
BI menegaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak melulu terbatas pada komoditas penyumbang inflasi, melainkan juga menyasar komoditas unggulan daerah yang berorientasi ekspor serta menjadi pilar pendukung pariwisata. Melalui konsistensi dan kontinuitas produksi ini, produk-produk unggulan NTB diharapkan semakin mantap menapakkan kaki di pasar global.
Editor : Redaksi Lombok Post Online