LombokPost – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan potensi luar biasa dalam industri kreatif.
Guna melejitkan potensi tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB resmi menggelar ajang tahunan bergengsi Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK NTB) 2026 selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Mei 2026.
Bertempat di Atrium dan area ladies parking Lombok Epicentrum Mall, perhelatan ini menjadi panggung besar bagi 119 UMKM binaan dan mitra BI NTB, termasuk para pelaku usaha baru yang lahir dari program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) NTB 2026.
Baca Juga: Jaga Daya Beli Jelang Iduladha, TPID NTB Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Stabilitas Harga
Ajang ini dirancang komprehensif dengan menghadirkan bazzar produk, edukasi literasi, perlombaan, art performances, fashion show, hingga business matching perbankan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menerangkan bahwa KK NTB 2026 memberikan kesempatan emas bagi sektor ekonomi kreatif, khususnya wastra (kain tradisional) dan kriya, untuk menembus pasar yang lebih luas.
"Ajang ini menjadi momentum penting bagi UMKM untuk naik level, baik dari sisi perluasan akses pasar domestik dan global, maupun dari sisi penguatan akses pembiayaan," ujar Hario K. Pamungkas.
Perkuat Nilai Tambah Kopi Lokal lewat "Lombok Coffee Hub"
Salah satu terobosan berbeda pada KK NTB tahun ini adalah fokus BI dalam membangun ekosistem dan penguatan nilai tambah komoditas biji kopi lokal.
Mengandeng komunitas Lombok Coffee Hub, BI melibatkan deretan coffee shop terbaik di NTB untuk menyajikan signature menu berbahan dasar biji kopi asli Bumi Gora.
Baca Juga: Bank Indonesia NTB Gandeng Rene Suhardono Bedah "Rumus Anti Nganggur" di World Book Day
Sinergi strategis ini diharapkan mampu mempertegas posisi tawar (positioning) NTB di kancah nasional sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan yang memiliki karakter rasa unik, kualitas tinggi, serta potensi ekonomi yang menjanjikan dari hulu ke hilir.
Jaring Investor Lewat SASAMBO Investment Challenge
Tidak hanya berfokus pada sektor retail UMKM, Bank Indonesia juga membidik penguatan ekonomi makro melalui kolaborasi bersama DPMPTSP dan BAPPEDA NTB dalam program SASAMBO Investment Challenge.
Program ini dibentuk untuk menyaring dan mengidentifikasi proyek investasi unggulan dari berbagai kabupaten/kota di NTB yang telah matang dari segi legalitas, perencanaan, serta kelayakan finansial. Sektor prioritas yang dibidik meliputi: Energi Baru Terbarukan (EBT), Industrialisasi dan hilirisasi sektor unggulan, Infrastruktur strategis, dan Sektor Pariwisata.
Para project owner dari daerah dibimbing secara profesional untuk mempresentasikan proyek terbaik mereka, yang nantinya akan dipromosikan langsung kepada para investor potensial pada acara puncak (Summit).
Akselerasi QRIS Antarnegara dan Kemudahan Modal Perbankan
Untuk memastikan ekosistem transaksi berjalan modern dan aman, BI memprioritaskan mekanisme pembayaran nontunai menggunakan QRIS di setiap stan pameran. Hal ini diperkuat dengan implementasi QRIS Cross Border (Antarnegara) yang memudahkan pelaku UMKM bertransaksi langsung dengan turis asing.
Saat ini, merchant di NTB sudah bisa menerima modal pembayaran langsung dari wisatawan asal Malaysia, Thailand, Singapura, Korea Selatan, Jepang, serta Tiongkok yang baru saja diresmikan per 30 April 2026 lalu. Langkah ini diyakini menjadi katalis positif dalam mendongkrak omzet penjualan produk lokal di mata dunia.
Sementara dari sisi permodalan, BI menggandeng 12 bank di bawah payung Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB di area business matching lounge. Menariknya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dihadirkan untuk membuka desk layanan pengecekan SLIK (eks BI Checking) bersama Bank Indonesia, guna memberikan kepastian keamanan keuangan serta kelayakan kredit bagi para pelaku UMKM yang ingin ekspansi usaha.
Editor : Redaksi Lombok Post Online