Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kopi Arabika Sembalun Naik Kelas

Geumerie Ayu • Selasa, 26 Mei 2026 | 18:40 WIB
TURUN LAPANGAN: Stakeholder terkait yang tengah melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap MPIG Kopi Arabika Sembalun di Lombok Timur, pekan lalu. (IST/LOMBOK POST)
TURUN LAPANGAN: Stakeholder terkait yang tengah melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap MPIG Kopi Arabika Sembalun di Lombok Timur, pekan lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Sertifikasi Indikasi Geografis (IG) terbukti sukses mengubah lanskap ekonomi bisnis dan pola pikir (mindset) pertanian di kaki Gunung Rinjani.

Komoditas kopi arabika Sembalun kini kian naik kelas dan menjelma sebagai primadona baru yang menjanjikan keuntungan.

Jaminan hukum, reputasi, dan mutu yang melekat pada label Indikasi Geografis terbukti mampu memikat hati konsumen. Ini juga memicu tren migrasi komoditas di tingkat hulu secara signifikan.

Baca Juga: Manjakan Para Gamers, Realme 16T Hadirkan Layar Super Mulus 144 Hz dan Baterai Jumbo

Pemilik Bale Coffee Sembalun Ahmad Khairi Yulianto mengatakan, keberadaan sertifikasi IG memberikan dampak domino yang sangat positif terhadap psikologis pasar.

Ini berkat edukasi konsisten yang digerakkan jaringan coffee shop di bawah pengelolaan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) kopi arabika Sembalun.

Konsumen kini jauh lebih selektif dan memprioritaskan produk lokal ini karena jaminan mutu yang autentik.

Baca Juga: Rp 8,34 Miliar Uang Layak Edar Sukses Disalurkan BI dan TNI AL dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke Lima Pulau 3T di NTB

“Efek dari penguatan regulasi ini memberikan keyakinan besar bagi para petani lokal untuk menggarap lahan kopi mereka secara lebih serius,” ujar pria yang akrab disapa Hery ini.

“Bahkan, saat ini sebagian petani mulai berani mengalihkan lahan pertanian sayur mereka untuk disulap menjadi perkebunan kopi arabika Sembalun,” jelasnya.

Untuk mempertahankan posisi tawar di pasar premium, MPIG Kopi Arabika Sembalun terus memperkuat konsolidasi internal kelompok serta menjaring anggota baru.

Baca Juga: BI NTB Genjot Investasi Energi Hijau dan Sektor Riil

Standar operasional kopi arabika Sembalun kini telah dipatok berada di atas rata-rata kopi pada umumnya. Mulai dari ketatnya proses sizing (pemilahan ukuran) hingga cupping (pengujian cita rasa).

Berkat konsistensi mutu tersebut, komoditas kopi dari Lombok Timur ini telah resmi mengamankan slot dalam jejaring asosiasi pasar kopi nasional. Imbasnya, kendala pemasaran yang selama ini membayangi petani bisa teratasi.

MPIG menegaskan, dalam fase pengembangan saat ini, mereka masih mengedepankan penguatan reputasi merek dan pengenalan karakter rasa.

Langkah strategis ini diprioritaskan demi membangun fondasi mutu yang kuat dalam jangka panjang.

Baca Juga: Pedas Nikmat Nasi Bejek Viral di Mataram, Pembeli Rela Antre Satu Jam Sebelum Kedai Dibuka

Dalam menjaga integritas cita rasa, MPIG menerapkan konsep penjualan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Setiap varietas produk yang dipasarkan wajib melewati proses pengujian ketat yang berkoordinasi dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

Sesuai dengan Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis yang telah disahkan negara, terdapat empat metode pengolahan pasca-panen standar yang diakui secara resmi.

Baca Juga: Geely Okavango, SUV Hybrid Mewah Ramah Lingkungan

Di antaranya, Natural Process, Fully Washed, Honey Process, dan Semi Washed.

Untuk tren pengolahan eksperimental modern yang tengah digandrungi, seperti proses wine, infused, dan anaerob, MPIG tetap memberikan ruang edukasi transparan kepada konsumen.

Proses-proses eksperimental tersebut dijelaskan sebagai produk di luar ketentuan resmi Indikasi Geografis.

Baca Juga: BPJPH Pacu Sertifikasi Halal Gratis UMKM di NTB

“Meski pun secara bahan baku tetap murni menggunakan ceri kopi arabika Sembalun yang masuk dalam cakupan wilayah IG,” sambungnya.

Sejauh ini, serapan permintaan pasar terhadap Kopi Arabika Sembalun masih dikelola secara ketat melalui sistem person to person guna meminimalkan risiko pemalsuan.

MPIG juga memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya penyalahgunaan atau penggunaan logo resmi Indikasi Geografis.

Memastikan standar mutu sempurna dari hulu ke hilir, tim pengawas internal bersama stakeholders terkait rutin melakukan peninjauan ke area perkebunan kopi, fasilitas pembibitan, hingga ke green house tempat penjemuran biji kopi atau green bean.

Baca Juga: Skincare Halal Lokal Sukses Ekspansi hingga Timur Tengah

Editor : Akbar Sirinawa
#kopi arabika #sembalun #kopi #naik kelas #indikasi geografis