LombokPost – Bulog NTB terus mempercepat penyerapan gabah dan beras petani. Hingga awal Juni 2026, realisasi serapan di NTB telah mencapai 163.234 ton setara beras. Sekitar 68 persen dari target yang ditetapkan sebesar 240.661 ton setara beras.
Capaian tersebut sejalan dengan keberhasilan Bulog secara nasional yang telah menyerap 3.008.626 ton setara beras hingga 3 Juni 2026. Sekitar 75 persen dari target nasional sebanyak 4 juta ton.
Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog NTB Mara Kamin Siregar mengatakan, pengadaan tahun ini memanfaatkan potensi musim tanam kedua di sejumlah daerah di NTB.
Baca Juga: Film Zombie Colony Tembus 4 Juta Penonton, Rekor Box Office Tercepat di 2026
“Pengadaan tetap dilakukan untuk gabah dan beras sekaligus,” jelas Regar, sapaan akrabnya, Rabu (3/6).
Menurutnya, target pengadaan tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja Bulog NTB. Mulai dari Kantor Cabang Sumbawa, Bima, hingga Lombok Timur.
Bulog NTB menyiapkan berbagai strategi, salah satunya menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra maupun pihak swasta.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Smartphone Android Naik 50 Persen
“Kami menyiapkan gudang sewa dari mitra maupun swasta untuk digunakan Bulog, agar target serapan perusahaan bisa tercapai sesuai yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain memperkuat sarana penyimpanan, Bulog NTB juga meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, khususnya TNI dan pemerintah daerah.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP), pemantauan lokasi panen, hingga pengawasan harga gabah agar tidak di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Baca Juga: Pecinta Drakor Merapat! Ini 7 Drama Korea Terbaru yang Siap Tayang Mei 2026
“Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan hasil panen terserap secara optimal.
Sementara secara nasional, capaian serapan lebih dari 3 juta ton setara beras menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan nasional.
Ini menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan HPP sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Serapan yang tinggi juga memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton. Jumlah ini tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Baca Juga: Komitmen Tingkatkan SDM, Pemkab Lobar Kirim Peserta PKN Terbanyak Se-NTB
Sehingga dinilai mampu mendukung kebutuhan stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga antisipasi bencana dan gejolak pasar.
Bulog optimis target pengadaan nasional 4 juta ton setara beras dapat tercapai sebelum akhir tahun.
Di NTB, optimisme serupa juga muncul seiring masih adanya potensi panen musim tanam kedua. Ini diharapkan dapat mendongkrak serapan gabah dan beras dalam beberapa bulan ke depan.
Editor : Akbar Sirinawa