Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sedang Viral di Mataram, Barger Terjual Ratusan Pieces Setiap Hari

Geumerie Ayu • Rabu, 10 Juni 2026 | 19:16 WIB
RAMAI: Pengunjung mengantre pesanan di kedai Barger, yang tengah viral di Kota Mataram. (Ferial/Lombok Post)
RAMAI: Pengunjung mengantre pesanan di kedai Barger, yang tengah viral di Kota Mataram. (Ferial/Lombok Post)

LombokPost – Bisnis kuliner viral terus bermunculan, silih berganti. Kali ini, bisnis kuliner viral datang dari makanan western berupa burger dan sandwich.

Bagi para pencinta kuliner western di Kota Mataram, nama Burger Wak Haji tentu sudah tidak asing lagi. Konsumennya tidak pernah sepi.

Namun beberapa waktu belakangan, produk viral ini sempat vakum lantaran terkendala bahan baku.

Baca Juga: Alphard XE HEV Tawarkan  Sensasi Berkendara Mewah yang Berkelas

Kini, bisnis kuliner tersebut resmi comeback dengan konsep kolaborasi baru bernama Barger. Meski vakum cukup lama, bisnis ini nyatanya tak terlupakan bagi konsumen loyalnya.

Hal tersebut terbukti dari sepekan beroperasi, Barger langsung jadi buruan. Namanya langsung viral di berbagai platform media sosial, dan memicu antrean mengular setiap harinya.

Mengusung konsep homey yang tersembunyi (hidden gem), Barger sukses memikat lidah lintas generasi warga kota.

Baca Juga: Viral! Tonton Drakor Netflix Terbaru 'Teach You a Lesson' Tentang Aksi Heroik Berantas Perundungan di Sekolah

Ketajaman rasa dan kualitas bahan baku rupanya tetap menjadi senjata utama sang pemilik untuk memanjakan lidah para pelanggan setianya.

Owner Barger Gaffar membeberkan,  salah satu kunci di balik membludaknya pesanan adalah komitmen mereka dalam menyajikan daging segar setiap hari.

"Kami menggunakan daging sapi impor pilihan yang langsung digiling sendiri di dapur untuk dijadikan patty. Jadi kondisinya benar-benar fresh, kami tidak pernah menyimpan patty dalam bentuk frozen (beku). Hari ini daging datang, digiling, dan langsung habis terjual hari ini juga," tegasnya.

Baca Juga: Curi Perhatian, Bros Mandalika Kreasi May Mutiara Lombok Jadi Primadona

Komitmen menjaga kualitas premium ini pula yang membuat operasional Barger terbilang unik. Meski jam operasional resmi tertera mulai pukul 10.00-22.00 Wita, Barger hampir selalu tutup lebih awal karena stok daging habis total.

Rata-rata, pada pukul 14.00 WITA atau hanya berselang 4 jam sejak gerbang dibuka, barisan menu burger utama sudah habis terjual alias sold out.

Sementara untuk menu pendamping secara keseluruhan biasanya ludes tak tersisa sekitar pukul 15.00 Wita.

Dalam sehari, Barger mampu menghabiskan sedikitnya 150 porsi burger. Untuk Sourdough Sandwich sukses terjual hingga 80 porsi atau menghabiskan sekitar 20 loaf roti setiap harinya.

Baca Juga: Kang Mina Dilirik Jadi Lawan Main Bae In Hyuk di Drakor Komedi Romantis 'Protect Me'

Bicara soal menu andalan, Gaffar membeberkan ada dua menu yang paling diburu oleh konsumen saat ini. Yakni Revolver Burger dan Sourdough Sandwich.

Revolver Burger merupakan menu legendaris bawaan dari era Wak Haji yang tetap mempertahankan predikatnya sebagai top best seller kategori burger.

Sourdough Sandwich merupakan varian menu baru berbahan dasar roti sourdough dengan isian roasted chicken (ayam panggang) dan daging sei.

Baca Juga: Kejari dan Dinsos Loteng Salurkan Bantuan untuk Santri Korban Luka Bakar

Untuk urusan harga, Kedai Barger mematok tarif yang sangat bersahabat di kantong. Varian termurah ditempati oleh OG Burger yang dibanderol Rp 29 ribu per porsi.

Sedangkan menu french fries atau kentang goreng renyah berada di kisaran Rp 20 ribuan.

Menariknya, antrean pembeli yang tidak pernah putus sejak hari pertama buka. Tidak hanya didominasi kalangan Gen Z atau milenial.

Baca Juga: Kalem Tapi Ambisius, Ong Seong Wu Jadi CEO Licik di Drakor Spooky in Love

Konsumen dari kalangan usia 40 tahun ke atas terpantau ramai mendatangi kedai demi menuntaskan rasa penasaran mereka.

Menyikapi ramainya antrean, Gaffar mengaku timnya tidak kelabakan meski hanya didukung lima orang staf dapur.

"Konsep dapur kami dirancang sangat compact dan linier, sehingga alur kerja menjadi sangat cepat, efisien, dan praktis," tuturnya.

Gaffar menambahkan, pemilihan lokasi yang homey sengaja diambil demi mengejar suasana rumah yang hangat, santai, dan intim yang sesuai dengan konsep awal produk.

Baca Juga: Barger, Burger Premium Homemade yang Tengah Viral di Kota Mataram

Meski potensi ekspansi ke kawasan wisata internasional seperti Senggigi atau Kuta Mandalika sangat terbuka lebar, untuk setahun ke depan Kedai Barger memilih fokus menstabilkan kualitas pelayanan di Mataram.

“Kita masih fokus di sini dulu untuk sementara, mungkin setahun kedepan atau bagaimana nanti,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Kota Mataram #Barger #burger premium #kuliner viral #Bisnis Kuliner