LombokPost – Asosiasi Hotel Mataram (AHM) mencatat, rata-rata tingkat hunian (okupansi) kamar hotel di Mataram melonjak, menyentuh angka 60 persen.
Hal tersebut karena momentum libur panjang akhir Mei lalu, membuat grafik melesat naik dibanding bulan sebelumnya yang di bawah 50 persen.
Ketua AHM I Made Adiyasa menuturkan, struktur pasar perhotelan di Mataram relatif kebal dari turbulensi.
Baca Juga: SUGA BTS Berinvestasi di SpaceX Sebelum IPO, Potensi Cuan Tembus 3.750 Persen
Hal itu lantaran mereka memiliki tameng yang kuat, yakni minimnya ketergantungan terhadap wisatawan mancanegara.
“Pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat hunian hotel di Mataram karena pasar utama kami masih didominasi wisatawan domestik,” terang Adiyasa.
Tingginya grafik keterisian kamar sepanjang Mei dipicu rentetan hari libur keagamaan dan agenda lokal yang letaknya berdekatan.
Baca Juga: Tembus Pasar Global Pakai 'Jalur Langit', Wirausaha Muda KSB Digembleng Mental Baja
Kondisi long weekend ini dimanfaatkan masyarakat nusantara untuk memperpanjang masa liburan mereka di Lombok. Hal itu membuat beberapa hotel di Mataram terisi penuh.
Saat ini, AHM menaungi sedikitnya 30 hotel anggota yang merentang dari kelas bintang satu hingga bintang empat. Total kapasitas mencapai 2.800 kamar.
Keberhasilan mengamankan rapor hijau di bulan Mei membuat para pelaku usaha perhotelan optimis menatap Juni dan Juli.
Baca Juga: The City ARIRANG LONDON, BTS Bersiap Kuasai Kanvas Komersial Premium Eropa
Pasar dinilai kembali bergairah seiring masuknya musim libur sekolah yang menggerakkan segmen wisatawan keluarga. Disusul rangkaian gelaran event berskala besar di NTB pada Juli mendatang.
Tren ini membuktikan pergerakan wisatawan nusantara masih menjadi tulang punggung yang kokoh bagi perputaran ekonomi daerah.
Editor : Akbar Sirinawa