Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kopi Sembalun Butuh  Perawatan Lebih Baik

S
Penulis: Supardi❯
Mirza Sofian
Mirza Sofian

Advertisement

 
LombokPost-Dinas Pertanian Lombok Timur (Lotim) meminta petani kopi di Kecamatan Sembalun, memperbaiki cara tanam dan 
merehabilitasi lahan. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi kopi.

”Produksi kita saat ini masih sangat rendah. Antara 1 hingga 1,5 ton per hektare. Karena perawatan kopi masih kurang bagus dilakukan para petani kita,” terang Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Lotim Mirza Sofian, Rabu (1/7).

Metode tanam petani saat ini masih menggunakan tumpang sari. Dalam satu kebun atau lahan, petani menanam berbagai jenis tanaman.

Advertisement

Bahkan, tidak jarang kopi hanya ditanam tanpa perawatan maksimal. Padahal, pemerintah sudah menyediakan pupuk subsidi bagi petani kopi.

”Kami harapkan petani itu pertama merehabilitasi kebunnya, mengatur jarak tanamnya. Bisa juga tumpang sari. Asalkan tidak terlalu banyak jenis tanaman,” katanya.

Advertisement

Dia mengatakan, saat ini banyak petani menanam kopi bersama pisang. Akibatnya, yang tumbuh subur hanya pisang dan mengganggu tanaman kopi.Jika digarap secara maksimal, ia memastikan hasil akan meningkat dan berdampak terhadap kesejahteraan petani.

Jenis kopi yang ditanam menurutnya tidak mesti satu jenis. Paling penting, cara budi daya dilakukan dengan benar.

”Kalau masalah rasa dan aroma itu, kuncinya di pengolahan pascapanen. Pembeli juga akan menerima jenis kopi apa saja, arabika maupun robusta,” katanya.

Ia melihat tren menanam kopi di Lotim, terutama di Sembalun, kembali meningkat. 
Bahkan, banyak petani beralih dari petani 
sayur menjadi petani kopi. Hal ini dipengaruhi harga kopi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Harga kopi robusta saat ini di angka Rp 75 ribu per kilogram, bahkan lebih. Sementara jenis arabika sudah menembus Rp 100 ribu lebih per kilogram dalam bentuk bubuk.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sensasi Menikmati Kopi Kumbi Desa Pakuan, Aroma Lereng Rinjani yang Disiapkan Menjadi Magnet Ekowisata

Sensasi Menikmati Kopi Kumbi Desa Pakuan, Aroma Lereng Rinjani yang Disiapkan Menjadi Magnet Ekowisata

Aroma kopi yang mengepul dari sebuah rumah sederhana di Dusun Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, seolah menyimpan cerita panjang.

UMKM Sembalun Didorong Naik Kelas, Tenun dan Kopi Siap Diperkuat Lewat Legalitas dan Kekayaan Intelektual

UMKM Sembalun Didorong Naik Kelas, Tenun dan Kopi Siap Diperkuat Lewat Legalitas dan Kekayaan Intelektual

Kemenkum NTB dorong UMKM Sembalun naik kelas lewat legalitas usaha, perlindungan merek, dan kekayaan intelektual untuk tenun dan kopi.

Belajar Meracik Kopi di Loka Coffee

Belajar Meracik Kopi di Loka Coffee

Loka Coffee merupakan salah satu kedai kopi yang cukup terkenal di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun yang sangat terkenal

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer