LombokPost – Fasilitas pusat pemasaran produk lokal NTB Mall dalam proses berganti identitas menjadi Bale Kita.
Perubahan fokus pada penyelesaian aspek legalitas korporasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) guna mengunci hak eksklusif merek negara.
"Kita siapkan dulu, tidak berani kita ekspos kalau belum jadi. Saat ini sedang diurus hak kekayaan intelektualnya," tegas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Lalu Wiranata.
Baca Juga: Keranjang Rotan Bale Rattan Lombok Diminati Pasar Eropa
Nomenklatur pengelolaan aset yang sebelumnya berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kini diubah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Langkah penataan ulang kelembagaan ini diambil untuk merampingkan birokrasi penataan manajemen.
Sekaligus mengoptimalkan pengawasan serta efisiensi anggaran dalam mengeksekusi strategi pemasaran produk UMKM.
Baca Juga: Loka Coffee Sembalun Pikat Wisatawan Mancanegara
Wiranata menjelaskan, selama ini penggunaan nama NTB Mall dinilai memicu bias pasar. Masyarakat kerap menyamakan fungsinya dengan pusat perbelanjaan modern seperti Lombok Epicentrum Mall.
Padahal, platform fisik tersebut dikonsep murni sebagai etalase promosi dan inkubator produk UMKM lokal.
"Makanya kita hilangkan kata Mall agar persepsinya lebih membumi ke pelaku usaha kecil, kita ganti menjadi Bale Kita," terangnya.
Baca Juga: Dari Bakso Aci, Hai.Snacks Sukses Kembangkan Sayap
Meski pembenahan internal dan legalitas sedang berjalan di meja birokrasi, arus perputaran uang di lokasi tersebut dipastikan tidak mandek.
Aktivitas transaksi harian dan kunjungan pembeli tetap berjalan normal. Pengelola UPT yang baru secara taktis menerapkan strategi B2B match making. Yakni langsung menghubungkan calon pembeli skala besar kepada pelaku UMKM mitra.
Menyambut wajah baru Bale Kita, Disperindag NTB kini juga tengah menggelar kurasi ketat. Ekosistem baru ini dipersiapkan untuk menampung pelaku UMKM lama yang berkinerja baik. Sekaligus menyaring pelaku usaha baru yang telah lolos standardisasi mutu produk.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Sinta Agathia Iqbal menegaskan, re-opening ini bukan sekadar melanjutkan yang sudah ada.
Baca Juga: Warga Lingkar Bendungan Batujai Tolak Seaplane, Tuntut Transparansi dan Kepastian Perut
Melainkan melakukan pembenahan menyeluruh melalui proses kurasi ulang.
“Bale Kita NTB harus tampil lebih fresh, lebih menarik, dan mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.
Setiap produk yang ditampilkan di Bale Kita NTB akan dilengkapi dengan storytelling yang kuat. Di dalamnya mengangkat asal-usul, proses produksi, nilai budaya, hingga keunikan di balik produk tersebut.
Baca Juga: Jaksa Pulihkan Tunggakan Pajak Rp 1,08 Miliar di Lombok Tengah
“Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperkuat identitas dan kedekatan emosional antara produk dengan konsumen,” jelasnya.
Pengembangan Bale Kita NTB juga dilakukan di kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), dengan dukungan Bank Indonesia dalam penyediaan ruang.
“Seluruh OPD dan stakeholder terkait diharapkan berperan aktif, tidak hanya dalam pembinaan, tetapi juga dalam memperkuat promosi dan pemasaran,” katanya.
Editor : Akbar Sirinawa