Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLUT KUMKM Berjuang Tekan Dampak Penutupan NTB Mall

G
Penulis: Geumerie Ayu❯

PENDAMPINGAN: Pendamping PLUT KUMKM NTB Bidang Pemasaran Yaumi Ramdhani (kanan) di rumah produksi UMKM Asyraf Coffee, beberapa waktu lalu.
PENDAMPINGAN: Pendamping PLUT KUMKM NTB Bidang Pemasaran Yaumi Ramdhani (kanan) di rumah produksi UMKM Asyraf Coffee, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Geliat usaha kopi lokal di NTB tengah menghadapi tantangan serius. Ada potensi penurunan pendapatan signifikan, imbas dari NTB Mall yang non aktif.


Advertisement

Hal ini yang mendorong Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) NTB melalui PLUT KUMKM melakukan pendampingan intens.

Terbaru, dilakukan kunjungan ke UMKM Asyraf Coffee di Mataram, sebagai upaya penguatan pemasaran.

Pendamping PLUT KUMKM NTB Bidang Pemasaran Yaumi Ramdhani mengatakan, dalam kunjungan tersebut dilakukan sharing session strategi pemasaran antara pendamping dan pelaku usaha.

Advertisement

Asyraf Coffee merupakan salah satu UMKM dampingan PLUT KUMKM NTB yang telah memperoleh berbagai fasilitasi legalitas usaha. Mulai dari perizinan usaha, PIRT, hingga sertifikasi halal.

“Legalitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kepercayaan pasar,” ujar Yaumi. 

Kelengkapan dokumen ini merupakan modal utama Asyraf Coffee untuk menembus pasar yang lebih luas.

Advertisement

Terbukti, saat ini produk mereka telah nampang di pusat oleh-oleh ternama seperti Sasaku dan Gandrung Lombok.

"Bahkan untuk jaringan ritel modern, Asyraf Coffee sudah berhasil masuk ke Alfamart di wilayah Lombok Barat. Ini membuktikan kualitas produknya sudah diakui pasar," jelas Yaumi.

Yaumi menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mencarikan alternatif jaringan distribusi baru bagi Asyraf Coffee.

Penguatan aspek pemasaran digital dan perluasan mitra ritel menjadi fokus utama.

"Kami ingin memastikan UMKM dampingan tidak hanya legal secara administrasi, tapi juga kuat secara akses pasar dan kompetitif dari segi daya saing," tandas Yaumi.

Owner Asyraf Coffee Maryati mengatakan, penutupan sementara NTB Mall sangat berdampak pada usahanya.

“Penutupan saluran tersebut menyebabkan hilangnya potensi omzet sekitar Rp 5-7 juta per bulan, itu hanya dari penjualan di NTB Mall saja,” bebernya.

Saat seluruh kanal distribusi berjalan normal, Asyraf Coffee mampu mengantongi omzet kumulatif Rp 30 juta per bulan.

Maryati berharap pemerintah melalui PLUT terus memberikan dukungan promosi yang masif.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pegadaian Fasilitasi 100 UMKM NTB Urus Legalitas Usaha

Pegadaian Fasilitasi 100 UMKM NTB Urus Legalitas Usaha

PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM NTB menyelenggarakan kegiatan Pegadaian Peduli Gathering UMK

ITDC: 769 UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Raup Omzet Rp 2,94 Miliar

ITDC: 769 UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Raup Omzet Rp 2,94 Miliar

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku usaha lokal di kawasan Mandalika.

Tinjau Pasar Pemenang, Dubes Australia Apresiasi Penguatan Ekonomi dan Mitigasi Bencana Lombok Utara

Tinjau Pasar Pemenang, Dubes Australia Apresiasi Penguatan Ekonomi dan Mitigasi Bencana Lombok Utara

Penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi bagian penting dalam membangun daerah yang l

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer