LombokPost – Menginjak usia pengabdian yang ke-73, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB semakin agresif memperluas eskalasi dampak kehadirannya di tengah masyarakat.
Bank sentral di NTB ini secara taktis memanfaatkan momentum hari jadinya untuk mengonsolidasikan jejaring mitra strategisnya melalui optimalisasi program jaring pengaman sosial.
Langkah konsolidasi lintas sektor tersebut diwujudkan oleh Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) Provinsi NTB melalui gelaran aksi donor darah massal dan penyaluran santunan bagi anak yatim di Kantor Perwakilan BI NTB, Rabu (1/7).
Baca Juga: Stok Minyakita Melimpah, Bulog Prioritaskan Pasar
Rangkaian agenda ini menjadi ejawantah nyata dari visi institusional, "Indonesia Bangga, BI Bermakna".
Dari kacamata keberlanjutan ekonomi, langkah KPwBI NTB merangkul berbagai elemen, mulai dari perbankan konvensional, instansi mitra, UMKM binaan, hingga perwakilan pondok pesantren, merupakan strategi jitu dalam mempererat ketahanan ekosistem ekonomi lokal.
Sinergi horizontal ini dinilai esensial untuk menjaga soliditas komunikasi antar-lembaga dalam menghadapi volatilitas ekonomi ke depan.
Baca Juga: BTS dan LE SSERAFIM Jadi Penampil Utama Event 2026 iHeartRadio Music Festival di Las Vegas
Implementasi konkret dari penguatan ekosistem tecermin pada kerja sama taktis antara IPEBI NTB dengan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dalam aksi donor darah.
Partisipasi aktif dari jajaran internal BI, pelaku UMKM, hingga perwakilan pesantren ini secara langsung membantu pemenuhan kebutuhan stok logistik darah medis yang kerap menjadi perhatian krusial di fasilitas kesehatan NTB.
Aktivitas sosial ini juga dibarengi dengan penyaluran dana santunan bagi anak yatim sebagai refleksi rasa syukur atas 73 tahun perjalanan pengabdian Bank Indonesia kepada bangsa dan negara.
Baca Juga: Buka Akses Pasar, Hotel di Mataram Rangkul UMKM
Secara terpusat, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan instruksi kepada seluruh jajaran insan BI untuk terus memperkuat komitmen kerja, mempererat sinergi, dan menjaga arah optimisme nasional di tengah ketidakpastian global saat ini.
Selaras dengan arahan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K Pamungkas menegaskan, bank sentral tidak akan berjalan sendiri dalam merumuskan kebijakan kesejahteraan di daerah.
Sinergi murni dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) menjadi harga mati agar stimulus dan program penunjang yang dihadirkan Bank Indonesia dampaknya dapat tereskalasi dengan cepat dan dirasakan langsung oleh akar rumput.
"Melalui momentum HUT ke-73 ini, Bank Indonesia Provinsi NTB berkomitmen untuk terus mengencangkan jalinan sinergi dengan para mitra kerja. Semangat 'Indonesia Bangga, BI Bermakna' ini kami jadikan bahan bakar utama untuk melahirkan program-program kerja yang membawa manfaat nyata secara horizontal bagi seluruh lapisan masyarakat NTB," tegas Hario.
Baca Juga: Bupati LAZ Jelaskan SiLPA dan Deposito Bentuk Creative Financing
Editor : Akbar Sirinawa