Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Duduk Bareng UMKM, Dekranasda NTB Tegaskan Transparansi Kurasi Bale KITA, Terapkan Sistem Rotasi Produk

Geumerie Ayu • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:05 WIB
DISKUSI UMKM: Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal berdiskusi dengan pelaku UMKM usai kegiatan re-opening Bale KITA NTB, Rabu (8/7). (FERIAL/LOMBOK POST)
DISKUSI UMKM: Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal berdiskusi dengan pelaku UMKM usai kegiatan re-opening Bale KITA NTB, Rabu (8/7). (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost – NTB mulai membenahi tata kelola etalase produk daerah. Komitmen pembenahan ekosistem tersebut ditegaskan langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Sinta Agathia Iqbal.

Dekranasda menggelar open house sekaligus diskusi intensif bersama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) NTB usai re-opening Bale KITA NTB, Rabu (8/7).

Pertemuan ini diinisiasi untuk menjaring masukan, keluhan, sekaligus menyamakan persepsi terkait standardisasi operasional Bale KITA sebagai rumah bersama bagi produk ekonomi kreatif daerah.

Baca Juga: NTB Jadi Episentrum FESyar KTI 2026, Bank Indonesia Gulirkan Empat Program Unggulan

Sinta menegaskan, Bale KITA berkomitmen penuh untuk mengadopsi prinsip keterbukaan. Pihaknya memastikan tidak akan ada produk UMKM lokal yang ditolak.

Guna menjaga kualitas barang yang dipajang, setiap produk wajib melewati proses kurasi yang ketat.

Jika ditemukan adanya kekurangan, pelaku usaha akan didampingi untuk melakukan perbaikan, standardisasi, maupun penyesuaian desain produk.

Baca Juga: Pemkab KSB Matangkan Pembangunan Markas Yonif TP di Poto Tano 

"Kami ingin memastikan produk yang masuk ke Bale KITA tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi benar-benar premium secara kualitas," tegas Sinta.

Menjamin keadilan bagi seluruh perajin dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa, Dekranasda NTB memperkenalkan regulasi baru. Yakni berupa sistem rotasi produk secara berkala.

Produk yang sudah selesai masa pajangnya di gerai fisik Bale KITA akan ditarik keluar. Hal itu untuk memberi kesempatan bagi produk UMKM lain masuk ke etalase utama.

Baca Juga: Bertabur Bintang, Lini Drakor Terbaru Juli 2026 Siap Manjakan Pecinta Drama Korea

Sebagai solusi keberlanjutan pemasaran, produk yang ditarik tersebut dipastikan akan tetap difasilitasi penjualannya. Itu dilakukan melalui ekosistem digital atau marketplace online milik Bale KITA.

Dekranasda NTB menjadwalkan masa trial and error (uji coba) sistem baru ini berjalan sepanjang satu tahun penuh.

Menggunakan evaluasi indikator capaian performa yang akan ditinjau secara ketat setiap enam bulan.

Semua pelaku usaha yang lolos standar akan mendapatkan hak dan perlakuan yang sama sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: PKM Universitas Hamzanwadi Perkuat Ekosistem Songket Pringgasela

Langkah pendampingan yang diberikan pun didesain secara komprehensif. Sinta menambahkan, standardisasi ketat ini juga akan diberlakukan setara dalam setiap pergelaran pameran pembangunan maupun bazar komersial di masa mendatang.

"Nama Bale KITA filosofinya adalah menjadi rumah yang selalu terbuka untuk seluruh produk lokal kami. Namun, rumah ini memiliki fondasi yang kuat, yaitu kreatif, inovatif, terbuka untuk semua kalangan, dan yang terpenting adalah otentik,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Bale Kita NTB #UMKM #Kurasi UMKM #Dekranasda NTB #Ekonomi Kreatif