
LombokPost – Tekad pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) komoditas unggulan NTB untuk menembus pasar yang lebih besar kerap terbentur sejumlah kendala.
Mulai dari keterbatasan modal, penyediaan bahan baku, dan sempitnya ruang produksi.
Tantangan nyata ini dibeberkan pelaku UMKM PT Agro Eksotis Lestari I Gede Supertama Dana.
Pihaknya merintis ekspor kopi olahan maupun bahan mentah sejak tahun 2020 dengan ceruk pasar Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Kini ekspor tersebut tersendat. Pihaknya memilih realistis untuk memperkuat penetrasi di pasar domestik sebelum kembali melangkah ke kancah internasional.
Gede membeberkan tiga batu sandungan utama yang dihadapi perusahaannya. Di antaranya, peliknya konsistensi pengadaan biji kopi berkualitas, keterbatasan ruang pabrik yang sempit, serta kapasitas produksi yang belum memenuhi standar ekspansi masif.
Guna keluar dari persoalan tersebut, PT Agro Eksotis Lestari melayangkan proposal kepada pemerintah daerah.
Pihaknya memohon untuk bisa mengakses pemanfaatan lahan telantar milik daerah melalui skema kontrak kemitraan ataupun pembiayaan berbasis pajak resmi.
"Kami tidak berangkat dari modal yang kuat, karena itu kami butuh dukungan nyata dari pemerintah. Pasar ekspor dan domestik untuk kopi Lombok ini masih sangat terbuka lebar,” ujarnya.
“Kami nekat mengambil pesanan korporasi besar dalam dua bulan ke depan untuk menguji sistem kami, sebab jika tidak dicoba, kami tidak akan pernah tahu di mana letak kekeliruan yang harus diperbaiki," sambungnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




