LombokPost – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatat lonjakan performa seluruh indikator utama angkutan udara sepanjang semester I 2026.
Mulai dari jumlah penumpang, pergerakan pesawat, hingga volume kargo.
Sepanjang Januari-Juni 2026, BIZAM sukses melayani hampir 1,3 juta penumpang. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 16,6 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 di angka 1,1 juta penumpang.
Secara rata-rata, arus pergerakan manusia yang melintasi BIZAM kini stabil menyentuh 216.447 penumpang per bulan.
Tren positif ini linear dengan statistik pergerakan pesawat udara yang meroket 30,7 persen menjadi 15.243 pergerakan.
Volume kargo naik 27,5 persen dari 5.133 ton pada paruh pertama tahun lalu menjadi 6.546 ton pada semester pertama tahun ini.
Baca Juga: SPN NTB Suarakan Keresahan Buruh Soal Pajak JHT
Jika dikomparasikan dengan kondisi normal sebelum pandemi pada semester I 2019, tingkat pemulihan di BIZAM saat ini tampil kokoh.
Indikator pergerakan pesawat mencatatkan recovery rate mencapai 118 persen. Disusul volume pergerakan penumpang yang menyentuh 102 persen.
Lonjakan paling radikal terjadi pada sektor logistik. Recovery rate arus kargo melejit hingga 143 persen.
Baca Juga: NTB Jadi Episentrum FESyar KTI 2026, Bank Indonesia Gulirkan Empat Program Unggulan
Rapor ini menegaskan aktivitas penerbangan dan distribusi barang dari dan menuju Pulau Lombok kini jauh lebih agresif dibandingkan era 2019 silam.
General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian mengatakan, pertumbuhan melesat ini mencerminkan kepercayaan publik yang menguat terhadap transportasi udara. Sekaligus menjadi pemantik bagi akselerasi ekonomi dan pariwisata daerah.
"Selain didorong oleh tingginya permintaan perjalanan, peningkatan ini juga merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat konektivitas udara yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian NTB," terang Aidhil, Rabu (8/7).
Selain dipicu siklus musiman seperti libur Idulfitri 1447 H, penerbangan haji, dan libur sekolah, lonjakan trafik ini didorong kuat strategi ekspansi rute dari maskapai mitra.
Baca Juga: Pemkab KSB Matangkan Pembangunan Markas Yonif TP di Poto Tano
Hadirnya penambahan frekuensi penerbangan internasional rute Lombok-Singapura (PP) maskapai Scoot, serta rute domestik baru Jakarta-Lombok (PP) TransNusa menjadi motor penggerak utama mempertebal volume keterisian kursi di BIZAM.
Hingga paruh pertama 2026, armada di BIZAM disokong delapan maskapai domestik dan empat maskapai internasional.
Jaringan konektivitas ini sukses mengubungkan Pulau Lombok ke 12 rute domestik strategis. Mulai dari Jakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, hingga konektivitas lokal berjadwal ke Bima dan Sumbawa Besar.
Baca Juga: Pemkot Bima Usulkan Perbaikan Jalan Sonco Tengge-Kumbe Lewat Dana Inpres
Di lini internasional, konektivitas langsung berfokus pada dua hub utama Asia Tenggara, yakni Kuala Lumpur (KUL) dan Singapura (SIN). Manajemen BIZAM optimis tren pertumbuhan ini akan terjaga konstan hingga akhir tahun.
BIZAM berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan prima.
Editor : Akbar Sirinawa