LombokPost – Provinsi NTB merombak strategi penetrasi pasar global bagi pelaku UMKM. Melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Disperindag NTB menggandeng konsultan pemasaran internasional asal Australia. Tujuannya, menyuntikkan formula manajemen modern pada ekosistem UMKM di NTB.
Kepala Bidang PPLN Disperindag NTB Aryanti Dwiyani mengatakan, pertemuan dengan konsultan Australia ini menghadirkan pelaku ekspor kriya. Yakni CV Pilar Eksport Indonesia yang bergerak di bidang kerajinan rotan.
Kehadiran konsultan asing ini difokuskan untuk membedah sekaligus memperluas jangkauan pasar komoditas daerah.
Mulai dari level domestik menuju rantai pasok ekspor global yang berkelanjutan. Satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam asistensi ini, dorongan keras terkait diferensiasi produk.
UMKM NTB didesak untuk mulai mengikis ketergantungan penuh pada industri pariwisata atau berorientasi suvenir.
Sebaliknya, para perajin diarahkan untuk mulai melakukan diversifikasi. Mengolah bahan baku lokal menjadi barang utilitas fungsional yang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat global.
"Kita harus mengubah paradigma. Produk kerajinan kriya kita tidak boleh lagi sekadar menjadi pajangan suvenir yang permintaannya bergantung pada musim kunjungan wisatawan. UMKM NTB harus mampu mengemas kearifan lokal ke dalam produk fungsional harian yang memiliki daya beli tinggi di ritel modern internasional," jelasnya.
Untuk memuluskan penetrasi pasar barat, konsultan Australia merumuskan empat kerangka kerja utama.
Baca Juga: Kasus Santri Luka Bakar Disorot Senayan, Kapolres Lombok Tengah Hadiri RDP dengan Komisi III DPR RI
Pada sektor optimasi digital, penekanan tidak lagi hanya pada kuantitas unggahan media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook. Melainkan pada pemetaan pasar daring.
Komunikasi bisnis skala ekspor juga dirombak dengan standardisasi penggunaan email bisnis yang responsif dan personal.
Kekuatan utama produk Lombok seperti tenun, mutiara, dan kuliner spesifik, akan dikerek nilainya menggunakan teknik narasi story telling.
Pendekatan ini dinilai menjadi senjata ampuh membangun identitas merek yang unik di mata pembeli internasional.
Langkah hilirisasi komoditas ini berjalan linier dengan pemanfaatan ekosistem pariwisata internal.
Disperindag NTB tengah mematangkan strategi distribusi pasar terintegrasi. Yakni membangun kemitraan wajib antara UMKM dengan jaringan hotel, restoran, dan kafe di zona premium, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Baca Juga: Warga di Dompu Lapor Kemalingan Elpiji Hingga Pupuk, Ternyata Pelaku Anak Angkat
Untuk pasar luar negeri, platform pemasaran resmi pemerintah daerah seperti Bale Kita dan pusat oleh-oleh modern akan dioptimalkan sebagai hub agregasi logistik ekspor.
Editor : Akbar Sirinawa