LombokPost – Beberapa bulan menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026, pemesanan kamar untuk event tersebut di Kota Mataram masih landai.
Menurut Asosiasi Hotel Mataram (AHM), lesunya reservasi ini dipicu oleh belum optimalnya keterisian akomodasi di area hulu.
Saat ini, tingkat okupansi hotel di kawasan utama Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, baru menyentuh angka sekitar 70 persen.
Sesuai pola tahun-tahun sebelumnya, limpahan penonton baru akan mengalir deras ke Mataram setelah kapasitas hunian di Mandalika terisi 100 persen.
Baca Juga: Drake Follow Akun Medsos Jungkook BTS, Sinyal Kolaborasi?
Ketua AHM I Made Adiyasa mengatakan, selain faktor geografis, lesunya pemesanan awal ini disebabkan pergeseran pola perilaku konsumen.
Wisatawan kini cenderung menghindari pemesanan jangka panjang. Jika dulu reservasi sudah ramai sejak tiga bulan sebelum ajang dimulai, kini penonton baru melakukan transaksi di pekan-pekan terakhir menjelang hari pelaksanaan.
"Tahun ini dinamikanya masih sama. Meski pun minat ada, perputaran kapital di sektor akomodasi kota Mataram berjalan lebih lambat di fase awal ini," jelas Adiyasa.
Di samping pergeseran tren belanja, ganjalan utama adalah tingginya komponen biaya transportasi. Mahalnya tiket pesawat serta panjangnya antrean di pintu gerbang pelabuhan penyeberangan laut masih menjadi momok yang membayangi calon penonton.
Baca Juga: Netflix Rilis Teaser Drakor The East Palace, Nam Joo Hyuk Terancam Dipenggal
Memutus rantai kendala tersebut, AHM mendesak pemerintah daerah dan pihak penyelenggara memfasilitasi integrasi bisnis.
Kolaborasi penjualan paket gabungan (bundling) tiket masuk MotoGP dengan reservasi kamar hotel dinilai menjadi solusi instan paling jitu.
Skema ini sekaligus upaya mencegah praktik spekulasi harga kamar oleh pihak ketiga yang dapat merusak citra pariwisata daerah.
”Sebenarnya harapan kita khususnya hotel bisa kolaborasi dengan penyelenggara. Ini untuk menghindari harga kamar yang goreng-goreng. Kalau kita bisa jual bundling mestinya lebih tertata,” tegasnya.
Secara kapasitas infrastruktur, Kota Mataram dipastikan sangat siap menampung lonjakan wisatawan. Dari total kapasitas, terdapat sekitar 8.000 kamar yang tersebar di seluruh kota.
Sebanyak 3.000 kamar hotel bintang satu hingga bintang empat berada di bawah naungan AHM.
Baca Juga: Reuni Reply 1988, Park Bo Gum, Lee Sang Yi, dan Ko Kyung Pyo bakal Bintangi The Village Barber 2
“Dengan asumsi rasio keterisian dua orang per kamar, Mataram secara mandiri mampu mengakomodir kebutuhan hingga 16.000 penonton,” jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi langkah penyelenggara yang membuka keran penjualan tiket lebih awal. Hal tersebut dinilai memberikan ruang promosi lebih panjang bagi pelaku usaha.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post