Cukli Buatan Lapas di Bale KITA Pikat Wamendagri Bima Arya

Ferial Ayu • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 18:33 WIB
TERPIKAT: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto (kanan) didampingi Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal (kiri depan) melihat produk meja catur cukli buatan warga binaan Lapas Lombok Barat di etalase Bale KITA di Mataram, pekan lalu. (IST/LOMBOK POST)
TERPIKAT: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto (kanan) didampingi Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal (kiri depan) melihat produk meja catur cukli buatan warga binaan Lapas Lombok Barat di etalase Bale KITA di Mataram, pekan lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Momentum Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2026 di NTB tidak sekadar menjadi panggung diskusi kebijakan birokrasi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB juga memanfaatkan event tersebut guna mengenalkan produk UMKM.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya diajak berunjung bersama rombongan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Dekranasda Banten ke Bale Kita NTB.

Kehadiran rombongan pejabat negara ini menjadi ajang pembuktian efektivitas sistem kurasi produk komoditas NTB.

Baca Juga: Bupati Lobar Terjaring OTT Dugaan Atas Jual Beli Proyek di PT AMGM

Meja catur Cukli khas Lombok dan Batik Tulis Gembok menjadi produk yang mencuri perhatian Wamendagri. Keduanya produk warga binaan Lapas Kelas IIA Lombok Barat.

Wamendagri Bima Arya mengapresiasi ekosistem hilirisasi yang dibangun di Bale KITA NTB.

Menurutnya, wadah ini sukses bertindak sebagai agregator yang mempertemukan produk lokal berkualitas tinggi dengan konsumen berskala makro.

"Barang-barangnya keren dan punya kualitas saing yang kuat. Produk kriya dari warga binaan Lapas pun memiliki estetika tinggi dan berpotensi menjadi komoditas unggulan pasar berkelanjutan jika terus didorong inovasi desainnya," ujar Bima Arya.

Baca Juga: Paredes Minta Dihormati Usai Terlibat Keributan dengan Gavi

Di bawah pengelolaan UPTD Balai Kemasan Promosi dan Pemasaran Produk Daerah (BKP3D), Bale KITA dirancang menjadi benteng sekaligus mesin penggerak modernisasi produk IKM dan UMKM.

Tantangan kemasan seadanya dan jalur pemasaran yang terputus dikikis lewat fasilitasi perbaikan desain kemasan dan pembinaan mutu berkala.

Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal menegaskan Bale KITA didirikan sebagai wujud nyata komitmen daerah dalam memperluas jangkauan pasar produk lokal.

Mulai dari sektor pangan olahan, kopi, tenun, mutiara, hingga produk kreatif bernilai seni tinggi.

Penguatan visual dan jaminan kualitas dari hulu ke hilir inilah yang membuat produk lokal berhasil memikat mata konsumen luar daerah. Termasuk kerajinan cukli karya warga binaan Lapas Lombok Barat.

Ketua Dekranasda Banten Tinawati Andra Soni mengatakan, kekuatan produk UMKM NTB terletak pada karakter lokalitas yang kuat. Hal itu didukung ekosistem inovasi kemasan yang modern.

Validasi ini semakin mempertegas posisi tawar NTB di peta ekonomi kreatif nasional.

Baca Juga: Jawa Tengah Makin Dilirik Investor, Peternakan Sapi Perah Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
UMKM Lapas Lombok Barat Cukli appsi Wamendagri Bima Arya