
LombokPost--Leandro Paredes angkat bicara setelah terlibat keributan dengan Gavi seusai pertandingan Final Piala Dunia 2026, Minggu (19/7) waktu setempat.
Gelandang Argentina itu mengaku terpancing emosi karena merasa tidak dihormati saat para pemain lawan yakni Tim Spanyol merayakan kemenangan tepat di hadapannya.
Paredes mengatakan, situasi tersebut membuatnya merasa terganggu dan tidak nyaman.
Menurutnya, rasa saling menghormati tetap harus dijaga antarpemain, terlebih setelah pertandingan besar yang mempertemukan Spanyol dan Argentina itu berlangsung dengan tensi tinggi.
"Setelah peluit akhir, saya melihat mereka merayakan kemenangan tepat di depan saya. Saat itu terasa sangat mengganggu dan, sejujurnya, saya merasa tidak dihormati. Anda harus menghormati lawan, terutama setelah pertandingan seperti itu," ujar Paredes.
Pemain tersebut juga mengakui bahwa reaksinya berlebihan.
Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya dan menerima konsekuensi yang mungkin harus dihadapi.
"Saya tidak bangga dengan reaksi saya. Saya ingin meminta maaf untuk itu. Namun, dalam situasi seperti itu, sangat sulit mengendalikan emosi," katanya.
Paredes menjelaskan, setiap pemain memberikan seluruh kemampuan di lapangan. Karena itu, ketika terjadi sesuatu yang dianggap provokatif tepat di depan mata, emosi sulit untuk diredam.
"Mungkin saya bereaksi berlebihan dan saya menerima konsekuensinya. Namun, saya juga percaya harus ada rasa saling menghormati di antara para pemain," lanjutnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



