Surya Bakti Handycraft, Kerajinan Unik dari Batok Kelapa

Ferial Ayu • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 22:03 WIB
PRODUK UNIK: Lalu Surya Bakti menunjukkan produk kerajinan buatannya yang dipajang di etalase PLUT UMKM Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (DEWI/LOMBOK POST)
PRODUK UNIK: Lalu Surya Bakti menunjukkan produk kerajinan buatannya yang dipajang di etalase PLUT UMKM Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (DEWI/LOMBOK POST)

LombokPost – Bagi Lalu Surya Bakti, pemilik usaha Surya Bakti Handycraft asal Lombok Tengah tidak ada istilah limbah yang terbuang sia-sia.

Lewat konsep produksi zero waste, sisa-sisa batok kelapa yang kerap dianggap sampah diolah menjadi komoditas kerajinan unik dan bernilai tinggi.

Nama Surya sebenarnya sudah tidak asing di dunia ekonomi kreatif Gumi Tatas Tuhu Trasna, sebutan lain Kabupaten Lombok Tengah.

Produk kriya buatannya telah merambah berbagai ajang pameran bisnis nasional. Seperti kendi maling, kotak tisu, wadah perhiasan, mangkok lulur, hingga aneka peralatan makan berbahan dasar batok kelapa.

Baca Juga: Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi

Namun, tidak ingin terjebak pada produk konvensional, Surya terus menyuntikkan inovasi variasi produk guna memperluas jangkauan pasarnya.

Gebrakan terbarunya adalah merakit miniatur gitar berukuran kecil hingga sedang dari sisa potongan batok kelapa.

Ide ini lahir secara tidak sengaja. Saat itu, dirinya mewakili UMKM NTB dalam pameran nasional yang diselenggarakan salah satu bank BUMN di Jakarta.

Miniatur gitar ukuran sedang dibanderol Rp 250 ribu, sedangkan ukuran kecil Rp 150 ribu.

Baca Juga: Wujudkan Kota Layak Anak, Pemkot Mataram Rangkul Sektor Usaha Jadi 'Pengusaha Sahabat Anak'

"Produk ini sudah mulai kita pajang di etalase PLUT sebagai stok kesiapan pasar," ujar Surya

Ambisi ekspansi bisnis Surya tidak berhenti pada produk kriya. Menyadari pentingnya nilai tambah pada kemasan produk, Surya menggandeng perajin berpengalaman asal Tasikmalaya yang telah menembus pasar ekspor.

Sinergi antar-wilayah ini difokuskan pada transfer ilmu pembuatan kertas ramah lingkungan berbahan dasar serpihan kayu dan sisa batok kelapa.

Kertas hasil olahan daur ulang ini dimanfaatkan sebagai pembungkus eksklusif produk kerajinannya.

Langkah Surya mendatangkan tenaga ahli luar daerah juga sekaligus untuk berbagi keterampilan. Hal tersebut menjadi preseden positif bagi ekosistem UMKM di Lombok Tengah.

Inovasi kemasan berbasis limbah organik tidak hanya akan menekan biaya operasional, tetapi juga memberikan narasi keberlanjutan yang sangat diminati oleh pasar konsumen mancanegara.

Baca Juga: SPPG Karang Bongkot Tampil Lebih Percaya Diri Setelah Pindah Lokasi, Areal Dapur Semakin Luas

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Surya Bakti Handycraft UMKM NTB batok kelapa zero waste lalu surya bakti