Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sergap Pengedar Sabu di Sumbawa, Polisi Diserang Sajam

S
Penulis: Suharli Harli❯

Advertisement

PENANGKAPAN: Polisi menggeledah terduga pengedar P dan menemukan barang bukti sebelum polisi ribut dengan warga saat operasi penangkapan di Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/9).
PENANGKAPAN: Polisi menggeledah terduga pengedar P dan menemukan barang bukti sebelum polisi ribut dengan warga saat operasi penangkapan di Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/9).

 

 

Advertisement

LombokPost-Tim gabungan Ditresnarkoba Polda NTB bersama Satresnarkoba Polres Sumbawa memburu pengedar narkoba berinisial P. Polisi berhasil menangkap P di Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/9). 

 

"Kami awalnya sudah berhasil menangkap P dan sudah menemukan barang bukti saat geledah badan," kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Roman Smaradhana Elhaj, Selasa (15/9).

Advertisement

 

Hanya saja saat pihak kepolisian hendak melanjutkan penggeledahan ke rumah rumah milik P, pihak keluarga menolak. Bahkan, ada dari pihak keluarganya berupaya masuk ke halaman rumah P untuk menghalangi proses penggeledahan polisi. "Saat beberapa orang akan masuk petugas menghalangi, karena mereka tidak memiliki kepentingan dalam proses penangkapan itu," bebernya. 

 

Selanjutnya, beberapa anggota keluarga P mengumpulkan warga. "Anggota saya melihat mereka sudah membawa parang," jelasnya. 

 

Petugas tetap berupaya menghalangi warga yang akan menghalangi proses penangkapan dan penggeledahan. "Tim sempat memberikan tembakan peringatan," tuturnya.

 

Keributan pun tidak bisa dihindarkan. Massa sempat mengayunkan parang ke arah anggota. "Sehingga satu anggota kami terluka," bebernya. 

 

Anggota pun memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan masyarakat. Akibat dari insiden tersebut ada dua anggota masyarakat yang terkena peluru. "Satu terkena di lengan kanan, satunya lagi terkena di lengan dengan ketiak," ujarnya. 

 

Akibat insiden itu, polisi tidak mengamankan P meskipun sudah ditemukan adanya barang bukti dalam penguasaannya. "Kami akan masih melakukan pendekatan kepada masyarakat, memberitahukan langkah yang dilakukan menyerang kepolisian adalah tindak pidana," kata dia. 

 

Saat ini, kondisi anggota yang terluka akibat parang sudah menjalani rawat jalan di rumah. Berbeda dengan dua anggota masyarakat yang terkena peluru masih di rawat di rumah sakit. "Satu di rawat di RSUD Sumbawa. Satunya lagi di rujuk ke RSUP NTB," ungkapnya. 

 

Roman menegaskan, masyarakat yang terkena peluru itu menjadi tanggungjawab Ditresnarkoba. "Seluruh biaya pengobatan kita tanggung," tandasnya. (arl) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Oplos Beras SPHP, Dua Pengusaha di Lombok Diringkus Polisi  

Oplos Beras SPHP, Dua Pengusaha di Lombok Diringkus Polisi  

Ditreskrimsus Polda NTB mengungkap dua kasus beras oplosan SPHP. Dalam kasus tersebut, penyidik Subdit I Ditreskrimsus Polda NTB menetapkan

Komplotan Pembacok di Punia-Udayana Disikat, Polisi Masih Buru Pelaku Lain

Komplotan Pembacok di Punia-Udayana Disikat, Polisi Masih Buru Pelaku Lain

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mataram mengamankan 10 orang yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan di wilayah Punia dan Udayana, K

Tujuh Penyalahguna BBM Subsidi Digulung, Polisi Amankan 4.491 Liter BBM Subsidi

Tujuh Penyalahguna BBM Subsidi Digulung, Polisi Amankan 4.491 Liter BBM Subsidi

Polda NTB bersama Polres jajaran berhasil mengungkap sejumlah kasus dugaan penyalahguna Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di wilayah hukumnya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer